Pelayanan Buruk, Pelanggan Wadul Bupati

460
SAMBAT – Perwakilan pelanggan PDAM bertemu Bupati Batang Wihaji mengadukan tentang buruknya pelayanan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Merasa mendapatkan pelayanan buruk dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batang selama berbulan-bulan bahkan ada yang tahunan, belasan warga lapor langsung kepada Bupati Batang Wihaji (13/9/2018).

Salah satu warga, Yani mengaku mengeluhkan air yang sering mati. “Air PDAM sering mati, terutama daerah Kalisalak. Siang mati, sore nyala, mati lagi, baru jam 11 malam nyala lagi,” ujarnya mewakili suara ibu rumah tangga.

Yani yang bekerja sebagai sales keliling berbagai wilayah di Kabupaten Batang juga sering mendengar keluhan serupa terkait buruknya pelayanan PDAM. Terutama di daerah perumahan yang hanya bisa mengandalkan saluran air dari PDAM, karena kesulitan dalam membuat sumur.

“Pelanggan saya, juga hampir sebagian besar protes, air PDAM sering mati,” sesalnya.

Tidak hanya pelayana air yang sangat buruk, pelanggan PDAM juga dibebani biaya langganan air yang cukup mahal. Bahka terbilang ekstrem, karena kenaikan tarif mencapai 60 persen dari harga sebelumnya. Sehingga hal ini banyak dikeluhkan ibu rumah tangga, yang mendapat jatah uang tetap dari sumai tetapi harus bayar air lebih banyak. Ditambah tarif progresif, pelanggan harus bayar senilai berapa kubik, bukan dari seberapa besar air yang dinikmati.

Air tidak lancar tersebut juga diakui warga Kecamatan Bawang, Blado hingga Limpung, yang notabene dekat dengan sumber mata air di Bismo Kecamatan Batang.

Kabag Perekonomian Pemkab Batang sekaligus pengawas PDAM Subiyanto, mengatakan, permasalahan tersebut akan segera ditindaklanjuti. “Terkait kenaikan harga, itu menjadi kewenangan Bupati Batang sebagai pemilik PDAM,” jelasnya.

Bupati Wihaji menyadari keluhan warganya. Bahkan dia memahami bila warganya marah karena air adalah kebutuhan pokok utama manusia. Dia berjanji, akan turun tangan lagi untuk memetakan langsung daerah yang belum teraliri air dengan baik.

“Kemarin memang ada masalah tentang jaringan air, namun segera akan teratasi,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga, bupati berjanji akan kembali melakukan kajian. “Kami akan segera melakukan kajian seperti apa proses harga di PDAM, termasuk tarif progresif yang dikeluhkan masyarakat. Jika memang memungkinkan, demi kemlasahatan bersama mungkin diturunkan, namun tetap butuh kajian,”  tandasnya. (han/lis)