Pelaku UKM Diberi Motivasi ESQ

120
DISUNTIK SEMANGAT – Pengelola KUB di wilayah terdampak PLTU Batang, diberi pelatihan motivasi ESQ, agar lebih berdaya saing. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Mental menjadi masalah serius bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam mengembangkan usahanya. Untuk itu Pemkab Batang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diperindagkop & UKM)   bekerja sama dengan PT Bhimasena Power Indonesia (PT BPI) mengadakan pelatihan motivasi emotional spiritual quotient (ESQ) untuk para pelaku UKM.

Pelatihan yang menghadirkan trainer ESQ Agus Wiyono dari Semarang di Hotel Dewi Ratih, Rabu (12/09/18) ini, diikuti ratusan pengelola UKM di bawah binaan PT BPI.

Mereka terdiri dari kelompok dari program perpustakaan desa (perpusdes) dan kelompok usaha bersama (KUB) yang berada di sekitar proyek PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW.

Kepala Disperindagkop & UKM Kabupaten Batang Mukh Isnanto mengatakan

persoalan yang dihadapi para pelaku UKM saat ini adalah mental, kemampuan dan semangat untuk bisa maju, bersaing dalam dunia usahanya. Karena itu, perlu dimotivasi agar berani bersaing dalam bisnis.

Direktur Operasional PT BPI, Shiroki Yamashita mengatakan, hingga saat ini PT BPI sudah tujuh kali mengadakan training motivasi spiritual kewirausahaan bagi anggota KUB.

“Bahkan sejak tahun 2013 PT BPI dalam melaksanakan program CSR bidang pengembangan ekonomi, bermitra dengan lembaga diklat LDP KJK Bina Mandiri, yang merupakan mitra lokal program CSR BPI dan Disperindagkop & UKM Kabupaten Batang,” terang Shiroki Yamashita.

PT BPI sejak lama, sebut Shiroki memiliki komitmen tinggi untuk mendukung program pengembangan usaha mikro di Kabupaten Batang. Bahkan hingga saat ini sudah terbentuk 165 KUB dengan anggota 2.417 orang.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat dan motivasi kewirausahaan, dengan harapan peserta bisa meningkatkan usahanya.

Juga wujud komitmen untuk  mengenalkan serta menumbuhkembangkan keterampilan para pelaku usaha mikro, guna menghadapi efek penggandaan ekonomi (multiplier economic effect) dari pembangunan PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW. (han/lis)