Usai Pulang dari Tanah Suci, Jamaah Haji Rentan Terserang Batuk

155

JawaPos.com – Saat ini sebagian besar jamaah haji Indonesia sudah kembali ke tanah air. Untuk kesehatan, sebagian besar dari para jamaah haji ini juga mengalami batuk. Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.

“Pengalaman saya menjadi tim haji baik Rombongan Haji Reguler maupun Haji khusus (ONH plus) mendapatkan hampir 80 persen jamaah mengalami batuk pada waktu di tanah suci. Bahkan batuk tersebut terbawa juga sampai ke tanah air. Bahkan ada joke diantara para jamaah hanya unta yang tidak batuk,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Rabu (12/9).

Dokter Ari mengungkap kenapa para jamaah tersebut mengalami batuk dan bahkan batuk tersebut terbawa sampai tanah air. Batuk dapat terjadi karena adanya rangsangan pada saluran pernapasan kita. Batuk juga bisa merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran pernapasan.

Batuk yang terjadi bisa batuk produktif dengan banyak lendir atau dahak. Batuk bisa tanpa dahak atau batuk kering.

“Batuk yang terjadi juga bisa saja karena memang jamaah tersebut sudah mempunyai permasalahan pada paru sebelumnya misal berupa bronkitis, sinusitis atau asma bronkiale yang memburuk saat berada di Tanah Suci,” ungkapnya.

Menurutnya, rangsangan yang menyebabkan batuk dapat terjadi karena berbagai hal karena adanya iritasi pada saluran pernafasan atas tersebut. Ini juga bisa terjadi karena adanya infeksi (virus, bakteri atau jamur) atau hanya reaksi alergi misal karena debu, atau karena asap. Atau karena memang adanya rangsangan dari asam lambung yang naik keatas yang merangsang ke tenggorokan tersebut.

“Kita mengetahui bahwa memang ada perbedaan cuaca antara cuaca ditanah air dan cuaca di Indonesia. Kelembaban udara di Tanah suci yang rendah, udara kerin,g dan dingin. Hal ini akan mencetuskan terjadinya iritasi pada saluran pernapasan atas. Apalagi jika para jamaah tersebut kurang minum,” jelasnya.

Lalu bagaimana menyiasati batuk setelah sampai di tanah air?

Sebagian besar jamaah masih mengalami batuk sampai saat di tanah air. Kondisi ini akan diperberat karena para jamaah kurang beristirahat dengan baik.

Istirahat dan Jaga Pola Makan

Usahakan istirahat yang cukup, banyak minum air putih terutama air hangat, menghindari makanan yang berminyak, terlalu manis dan dingin.

Kunjungi Dokter

Jika gangguan batuk berlanjut, sebaiknya berobat ke dokter. Apalagi kalau batuk sudah lebih dari 2 minggu setelah diobati sebaiknya perlu pemeriksaan foto thoraks (foto dada) untuk menilai kondisi paru. Nanti dokter akan menilai apakah batuk yang dialami saat ini disebabkan oleh infeksi atau hanya alergi atau karena asam lambung berlebih.

Pengobatan yang diberikan tentu disesuaikan dengan penyebab dari kondisi batuk tersebut. Jika batuk karena infeksi perlu antibiotika, jika karena ada unsur alergi perlu obat anti alergi, jika batuk karena sakit kronis (seperti bronchitis, sinusitis, asma bronkiale) yang kambuh maka penyakit dasarnya harus diobati dan jika karena asam lambung yang berlebih perlu obat-obat penekan asam lambung.

“Walaupun tampaknya sederhana batuk yang tetap terbawa sampai di tanah air ini harus dievaluasi jika berlanjut,” tutupnya.

(ika/JPC)