40 Guru Dilatih Menulis Artikel Populer

260

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN-Sebanyak 40 guru SMA negeri di Kabupaten Semarang mengikuti In House Training (IHT) Program Sekolah Rujukan 2018 yang digelar di SMA Negeri 1 Ungaran. Pelatihan kepenulisan sekolah rujukan ini mengambil tema “Saatnya Guru Menulis Artikel Populer di Media Massa.” Materi disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto.

Kepala SMA Negeri 1 Ungaran, Supriyanto lewat Waka Kurikulum Ani Taruastuti, mengatakan, IHT ini digelar untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam bidang penulisan artikel ilmiah populer di media massa. Apalagi artikel ilmiah populer adalah salah satu yang dinilai dalam PAK (penetapan angka kredit) untuk kenaikan pangkat.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam bidang penulisan artikel ilmiah populer di media massa. Sekaligus untuk menunjang kenaikan pangkat para guru yang selama ini masih tertahan di golongan III B, III C, III D maupun VI A,” katanya.

Dalam pelatihan yang digelar di ruang multimedia tersebut, Arif menjelaskan dengan detail soal strategi dan trik menulis artikel ilmiah populer. “Sebenarnya menulis artikel ilmiah populer itu seperti belajar berenang. Kalau tidak berani mencoba ya tidak bisa. Kuncinya, yakin, senang dan kerja keras,” ujarnya.

Ia juga mengajak para guru praktik langsung menulis dengan menemukan tema persoalan dalam bidang pendidikan yang diangkat sekaligus solusi yang ditawarkan dalam artikelnya.

Dengan antusias, satu per satu peserta maju ke depan menjelaskan tema tulisan yang akan diangkat. “Saya akan menulis artikel berjudul Belajar Matematika dengan Jus Pelem. Jus Pelem itu akronim dari Jujur saat Pembelajaran dan Evaluasi,” kata Ajeng Mukti, guru SMA Negeri 1 Bergas.

Lain lagi dengan Dinar Girindiawati, guru Ekonomi SMAN 1 Ungaran. Ia mantap akan menulis artikel berjudul Belajar Akuntansi Asyik dengan Karpin. “Karpin itu kartu pintar. Sebab, selama ini para siswa masih kesulitan dalam memasukkan debet dan kredit,” ujarnya.

Sedangkan Tuti Sugiharti, guru Biologi SMAN 1 Ungaran mengaku bersemangat untuk menulis artikel ilmiah populer. Saat pelatihan, ia beberapa kali mengajukan tema penulisan. Sayangnya, beberapa kali dianggap kurang memenuhi unsur KD atau kompetensi dasar sehingga harus diganti. “Wah, bingung saya. Kalau kirim foto dulu gimana ya pak,” ucap Tuti yang sudah 12 tahun tertahan di golongan IV A disambut tawa peserta. (sct/aro/ap)