Tak Minat Nyaleg, Tasya Kamila Ingin Langsung Jadi Menteri

239

JawaPos.com – Usai bertemu Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Tasya Kamila kembali ingin mewujudkan mimpinya yang lama terpendam sejak kecil. Mantan penyanyi cilik itu ternyata punya cita-cita ingin menjadi menteri.

Diakuinya, ambisi menjadi menteri sejak dulu telah dia miliki. Pasalnya, Tasya sudah menjadi duta lingkungan sejak SMP dan bertemu banyak menteri yang membuatnya memiliki harapan tersebut.

“Iya jadi aku dari dulu memang cita-citanya pengen jadi menteri. Soalnya kan aku dari aku zaman SMP tuh aku udah jadi duta lingkungan, terus banyak ketemu menteri-menteri, banyak bekerjasama dengan kementerian,” ungkapnya belum lama ini di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan.

Bukan tanpa alasan, dia melihat kebijakan menteri berhubungan dengan kepentingan orang banyak. Karenanya, Tasya ingin ikut berkontribusi dalam upaya kebijakan yang menyejahterakan orang banyak.

“Yang aku lihat kebijakan-kebijakan menteri tuh berhubungan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Aku juga pengen bisa berkontribusi di Indonesia dengan kebijakan-kebijakan yang lebih menyejahterakan bangsa lagi,” ujar Tasya.

Soal ingin menjadi menteri bagian apa, Tasya memasrahkan itu kepada Presiden yang memimpin Indonesia. Pelantun ‘Libur Telah Tiba’ itu juga sudah mempunyai bekal yang mumpuni untuk menjadi menteri yakni pendidikan S2 Administrasi Publik.

“Terserah deh nanti presidennya mau tempatkan aku di mana. Menteri lingkungan dan kehutanan atau mungkin Menteri ESDM mungkin, kan aku pernah magang di situ. Terus jadi menteri pemberdayaan perempuan dan anak kan aku juga sangat peduli dengan anak,” lanjutnya.

Akan tetapi, Tasya sama sekali tak tertarik untuk maju menjadi calon legislatif (caleg). Dia lebih memilih bekerja sama dengan kementerian dibanding nyaleg.

“Untuk nyaleg kalau pertanyaannya ngarah ke situ sih nggak ada (minat) sih. Cuma kalau untuk bekerja sama dengan kementerian, ada juga sih beberapa kementerian yang mengajak aku berpartisipasi langsung di kementerian seperti tenaga ahli itu ada, cuma aku belum tahu. Kita lihat seperti apa nanti,” pungkasnya.

(yln/JPC)