Sensasi Pijat di Tengah Alun-Alun

Traveling ke Karimunjawa

181

RADARSEMARANG.COM-Tidak usah dibaca kalau tidak menarik. Inilah sensasi yang tidak pernah anda temukan di tempat lain. Pijat di tengah alun-alun. Adanya hanya di Karimunjawa.

Malam itu (8 September 2018) saya hanya jalan-jalan di alun-alun dekat pelabuhan. Ada ruang segi empat dibatasi kain putih bertulisan celometan warna merah. Pijat. Tinggi kain itu tidak sampai semeter.

Awalnya saya menganggap itu guyonan. Anak-anak seusia SD bermain dalam kotakan itu. Saya mendekat. Anak-anak semburat. Tidak ada tukang pijatnya.

Saya menelepon nomor yang tertera di kain penutup tempat pijat. Yang terima Pak Eko. “Siap. Mau pijat di rumah apa di alun-alun,” jawabnya ketika saya hubungi.

Baca juga
Puas Snorkling Asyik di Takak Sendok
Bakar Ikan di Pulau Tak Berpenghuni
Bule-Bule Berbikini Menghampar di Pulau Cemara Kecil
Gagal ke Tanjung Gelam, Nikmati Sunset di Menjangan Kecil
Keliling Karimunjawa 24 Jam Cuma Rp 75 Ribu
Sayang, Karimunjawa Kotor dan Kurang Fasilitas
Sensasi Pijat di Tengah Alun-Alun
Di Karimunjawa Jangan Lupa Oleh-Oleh Krupuk Sea Food
Hari Minggu Surga Para Bule di Karimunjawa
Snorkling, Jangan Stres Usir Stres

Dia punya dua tempat pijat. Yang satu di rumah tempat tinggalnya. Yang lain di alun-alun. Dia ke sana ke mari tergantung permintaan. Tarifnya sekali pijat satu badan Rp 100 ribu. Sekitar satu jam.

Saya memilih pijat di alun-alun. Dia minta kaos dan celana saya dilepas. Untung saya pakai kolor. Dia menggelar kain yang sudah kusut. Bau. “Tidak pernah dicuci ya, Pak,” ujar saya. Pak Eko membantah. Banyak orang yang melihat. Bahkan ada yang sengaja melongok ke arah saya ketika sedang dipijat.

Mula-mula seluruh badan dilumuri minyak GPU. Panas. Kemudian Pak Eko mengurut seluruh badan dengan cream semacam hand body. Saya merasakan tidak lebih enak dari pijatan langganan saya di Kudus yang hanya Rp 50.000 dua jam.

Kata Pak Eko, peminat pijatnya tidak tentu. Terkadang tidak ada sama sekali. Kadangkala 3 – 5 orang. Tapi pernah memijat sembilan orang dari jam 18.00 sampai 24.00 tanpa henti.

Ada peminat bule juga. Tapi mereka memilih di rumah. “Kalau di sini malu,” kata Pak Eko. Bule-bule itu juga minta pijat seluruh tubuh. Kebanyakan bule perempuan.

Di Karimunjawa bermunculan jasa pijat. Malah ada pijat ala Jepang segala. Di hotel tempat saya menginap juga ada brosur pijat. “Di sini memang banyak. Tetangga saya juga melayani. Mereka suami istri. Bisa dipanggil ke hotel,” kata Pak Eko blak-blakan.

Jadi, kalau anda capek jalan-jalan, snorkling, dan menyelam, pijat saja. (Baehaqi)