Sayang, Karimunjawa Kotor dan Kurang Fasilitas

Traveling ke Karimunjawa

244

RADARSEMARANG.COM-Berwisata ke Karimunjawa memang menarik dan memuaskan. Sayang, fasilitasnya masih minimalis. Di mana-mana juga terlihat kotor.

Alun-alun yang menjadi tempat pesta bakar-bakaran ikan laut pada malam hari tak segera dibersihkan. Sampai jam tujuh pagi pun sampah berserakan di mana-mana. Mencari tong sampah juga sulit.

Bila pagi, alun-alun sama sekali tak bisa dinikmati. Hanya hamparan tanah kosong dengan rumput yang tak terawat. Ditambah kotor, alun-alun itu sama sekali tidak menarik bagi wisatawan. Padahal banyak wisatawan yang ke sana. Akhirnya mereka bablas ke pelabuhan.

Pelabuhan juga kotor. Saya melihat banyak sampah mengapung di pinggir-pinggir pantai. Ada beberapa kelompok wisatawan yang melihat suasana pelabuhan. Saya memilih menikmati kopi di dekat puluhan perahu yang bersandar.

Baca juga
Puas Snorkling Asyik di Takak Sendok
Bakar Ikan di Pulau Tak Berpenghuni
Bule-Bule Berbikini Menghampar di Pulau Cemara Kecil
Gagal ke Tanjung Gelam, Nikmati Sunset di Menjangan Kecil
Keliling Karimunjawa 24 Jam Cuma Rp 75 Ribu
Sayang, Karimunjawa Kotor dan Kurang Fasilitas
Sensasi Pijat di Tengah Alun-Alun
Di Karimunjawa Jangan Lupa Oleh-Oleh Krupuk Sea Food
Hari Minggu Surga Para Bule di Karimunjawa
Snorkling, Jangan Stres Usir Stres

Seorang wisatawan Indra Sutanto tertarik dengan ikan yang dibawa nelayan turun dari kapal. Seorang lainnya membeli tiga ikan sebesar telapak tangan. Hanya 50 ribu. Kurang terperhatikannya fasilitas dan kebersihan juga saya lihat di Pulau Cemara Kecil. Pulau ini juga menjadi favorit wisatawan. Tempat bakar ikan untuk melayani wisatawan berkelompok. Pasir putihnya di ujung pulau menjadi tempat berjemur wisatawan mancanegara.

Sayang, pulaunya jelek. Tanamannya tidak beraturan. Hanya tanaman cemara besar yang kelihatan indah. Yang menyedihkan tak ada toilet dan kamar mandi yang memadai. Satu-satunya toilet ada di tengah pulau. Hanya ada satu sumur timba dan satu lubang WC jongkok. Airnya bau. Tempat pembuangannya entah di mana. Sepertinya di samping sumur itu. Wajar airnya bau.Toilet itu dipagari MMT bekas dan anyaman daun kelapa.

Pulau ini juga kotor. Sampah berserakan. Juga tidak terlihat tong sampah. Sayang ya. (Baehaqi)