Keliling Karimunjawa 24 Jam Cuma Rp 75 Ribu

Traveling ke Karimunjawa

1301

RADARSEMARANG.COM-Ada cara gampang mengelilingi Karimunjawa. Dengan motor. Hanya Rp 75 ribu. Bisa mengelilingi pulau itu 24 jam. Ke mana pun Anda suka.

Saya mencobanya tadi dini hari (9 September 2018). Menyewa Honda Beat. Saya gunakan berdua. Mula-mula jalan-jalan di tengah kota. Kemudian napak tilas ke Bandara Dewandaru seperti yang pernah saya lakukan sebelumnya.

Bila sepi, perjalanan ke bandara cukup setengah jam. Jaraknya sekitar 20 kilometer. Kalau sewa mobil seperti yang saya lakukan ketika tiba di Karimunjawa harus menguras kocek 800 ribu pergi-pulang.

Perjalanan ke dan dari bandara tidak bebas. Tidak ada angkutan umum. Ojek juga tidak ada. Harus sewa mobil. Itulah yang membuat perjalanan ke Karimunjawa dengan pesawat seperti yang saya lakukan, terasa semakin mahal. Maka, saya nencoba dengan sewa motor.

Pada dini hari itu, Karimunjawa yang kalau siang terkesan penuh sesak dengan wisatawan, sangat sepi. Alun-alun yang beberapa jam sebelumnya dijubeli manusia, sudah lengang. Warung-warung sudah tutup. Tinggal beberapa kafe yang melayani pembeli.

Ketika saya mencari persewaan motor pun kesulitan. Tempat-tempat persewaan resmi tutup. Beberapa orang yang saya tanya di mana ada persewaan motor, menjawab tidak tahu. Atas budi baik seorang kenalan akhirnya dapat motor sewaan itu.

Baca juga
Puas Snorkling Asyik di Takak Sendok
Bakar Ikan di Pulau Tak Berpenghuni
Bule-Bule Berbikini Menghampar di Pulau Cemara Kecil
Gagal ke Tanjung Gelam, Nikmati Sunset di Menjangan Kecil
Keliling Karimunjawa 24 Jam Cuma Rp 75 Ribu
Sayang, Karimunjawa Kotor dan Kurang Fasilitas
Sensasi Pijat di Tengah Alun-Alun
Di Karimunjawa Jangan Lupa Oleh-Oleh Krupuk Sea Food
Hari Minggu Surga Para Bule di Karimunjawa
Snorkling, Jangan Stres Usir Stres

Ketika meluncur ke arah bandara, nyaris tidak ada motor yang melintas. Sepanjang pergi-pulang hanya disalip satu mobil dan tidak berpapasan sekali pun dengan mobil lain. Motor pun hanya satu-dua yang melintas. Malah ketika balik, tidak ada sama sekali. Di jalan yang tidak ada rumah di sekitarnya, gelap gulita. Bisa dibayangkan betapa sepinya.

Perjalanan menuju bandara melewati beberapa spot wisata. Kalau siang bisa mampir di Tanjung Gelam. Itulah pantai pasir putih yang eksotis. Ada juga gugusan pantai berbatu besar. Juga ada pohon-pohon kelapa yang doyong ke laut. Pantai ini tergolong favorit bagi wisatawan domestik maupun manca negara. Untuk mencapai Tanjung Gelam bisa dilakukan dengan jajan darat atau laut.

Perjalanan ke arah bandara juga melewati hutan mangrove. Konon inilah hutan mangrove terbaik di Indonesia. Saat saya melintas dini hari itu tentu saja sangat sepi. Tak ada satu pun lampu penerangan.

Saya bablas. Mestinya bisa ke makam Sunan Nyamplungan. Tapi, lokasinya agak masuk dan naik bukit.

Sampai di bandara jarum jam menunjuk angka 00.44. ada dua penjaga. Yang satu tidur di teras dengan alas tikar. Yang lain duduk di ruang tunggu yang ada di halaman bandara.

Bandara Dewandaru cukup kecil. Ruang tunggunya tidak di dalam bangunan. Penumpang pesawat memang harus masuk pintu kedatangan dan keberangkatan. Tapi, hanya beberapa langkah. Hanya ada satu penjual minuman dan snak. Di teras bandara.

Dini hari itu, terlihat satu pesawat kecil warna kuning milik Susy Air. Pesawat itu sudah saya lihat sehari sebelumnya ketika saya baru mendarat di Karimunjawa.

Saya di bandara hanya 10 menit kemudian balik lagi ke ibu kota Karimunjawa. Jalan kota-kota. Suasana semakin sepi. Seperti tidak di pusat pariwisata yang didatangi ribuan pengunjung. (Baehaqi)