Hari Minggu Surga Para Bule di Karimunjawa

Traveling ke Karimunjawa

298

RADARSEMARANG.COM-Hari minggu adalah surga bagi wisatawan mancanegara yang berlibur di Karimunjawa. Seperti hari ini (9 September 2018) nyaris seluruh wisatawan lokal pulang. Susana di Karimunjawa yang sehari sebelumnya hiruk pikuk menjadi sepi. Tingggal wisatawan mancanegara yang di Karimun lebih dari tiga hari dua malam atau mereka yang pulang dengan pesawat terbang.

Saya termasuk penumpang yang pulang dengan pesawat terbang. Jadwal penerbangan 15.40. Masih bisa menikmati spot-spot wisata sampai pukul 14.00. Wisatawan yang menggunakan penerbangan NAM Air tidak banyak. Maksimal penumpang 50 orang.

Sebagian besar wisatawan domestik meninggalkan Karimunjawa pukul 10.00. Mereka harus menumpang kapal cepat pukul 11.00. Hari Minggu tidak ada kapal maupun pesawat terbang yang mendarat di Karimunjawa,. Sehingga, wisatawan yang masih di Karimunjawa Minggu sore adalah mereka yang tinggal lebih dari tiga hari.

Baca juga
Ke Karimunjawa Cukup 30 Menit
Puas Snorkling Asyik di Takak Sendok
Bakar Ikan di Pulau Tak Berpenghuni
Bule-Bule Berbikini Menghampar di Pulau Cemara Kecil
Gagal ke Tanjung Gelam, Nikmati Sunset di Menjangan Kecil
Keliling Karimunjawa 24 Jam Cuma Rp 75 Ribu
Sayang, Karimunjawa Kotor dan Kurang Fasilitas
Sensasi Pijat di Tengah Alun-Alun
Di Karimunjawa Jangan Lupa Oleh-Oleh Krupuk Sea Food
Hari Minggu Surga Para Bule di Karimunjawa
Snorkling, Jangan Stres Usir Stres

Transportasi ke Karimunjawa masih tergantung kapal laut dan pesawat udara. Pada akhir pekan kapal merapat ke Karimunjawa Jumat siang. Demikian juga pesawat NAM Air, satu-satunya pesawat terbang yang melayani penerbangan carter reguler. Mereka pulang Minggu siang.

Saya sempat menikmati lengangnya Karimunjawa Minggu siang. Kesempatan saya gunakan untuk mengunjungi Bukit Love. Suatu perbukitan yang disulap menjadi spot foto dengan latar belakang laut. Pagi sekitar pukul 8.00 wisatawan masih berjubel. Tetapi pukul 10.00 sudah sepi. Tinggal satu mobil yang menunggu wisatawan. Itulah mobil yang saya tumpangi.

Dari Bukit Love saya meluncur ke Tanjung Gelam. Inilah pantai paling banyak dikunjungi wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara. Pasirnya putih bersih. Di beberapa bagian ada batu-batu besar yang menonjol. Karena sudah melebihi jam 10.00 suasana di sana juga sepi. Sama sekali saya tidak melihat wisatawan dalam negeri. Yang terlihat hanyalah beberapa kelompok bule.

Para bule tersebut berenang bebas. Karena sepi, mereka berpindah-pindah tempat. Juga ada yang berjemur. Beberapa di antara mereka berpasang-pasangan. Laki-laki-perempuan. Romantis. Sampai saya pulang sekitar pukul 13.00, mereka belum beranjak dari lokasinya. Bahkan di jalan saya masih sempat berpapasan dengan bule-bule perempuan yang menuju pantai. Mereka menggunakan sepeda motor sewaan yang harganya Rp 75.000 sehari semalam.

Jadi, kalau mau bebas menikmati indahnya Karimunjawa tinggallah di sana Minggu sampai Senin siang. (baehaqi)