Gagal ke Tanjung Gelam, Nikmati Sunset di Menjangan Kecil

Traveling ke Karimunjawa

1349

RADARSEMARANG.COM-Berwisata di Karimunjawa tidak lengkap kalau tidak melihat matahari terbenam. Lokasi yang paling baik adalah di Tanjung Gelam, Pulau Karimunjawa.

Tadi sore saya gagal ke sana. Tapi tidak terlalu kecewa. Ada lokasi lain yang bisa digunakan untuk melihat matahari terbenam. Yaitu di Pulau Menjangan Kecil. Pulau ini dekat dengan Menjangan Besar. Juga tidak jauh dari ibu kota Kecamatan Karimunjawa.

Bibir pantainya tidak indah. Tidak ada hamparan pasir putih yang luas seperti d Tanjung Gelam. Malah pasirnya kuning. Tetapi sudah dibuatkan spot foto. Berupa jembatan sekitar 50 meter dari bibir pantai menjorok ke tengah.

Baca juga
Puas Snorkling Asyik di Takak Sendok
Bakar Ikan di Pulau Tak Berpenghuni
Bule-Bule Berbikini Menghampar di Pulau Cemara Kecil
Gagal ke Tanjung Gelam, Nikmati Sunset di Menjangan Kecil
Keliling Karimunjawa 24 Jam Cuma Rp 75 Ribu
Sayang, Karimunjawa Kotor dan Kurang Fasilitas
Sensasi Pijat di Tengah Alun-Alun
Di Karimunjawa Jangan Lupa Oleh-Oleh Krupuk Sea Food
Hari Minggu Surga Para Bule di Karimunjawa
Snorkling, Jangan Stres Usir Stres

Kebetulan saat itu ada pengambilan gambar foto model dari Semarang. Agak unik. Mereka tidak memakai bikini seperti bule atau pakaian pantai. Mereka mengenakan pakaian dalam.

Di jembatan itu juga saya menikmati sun set. Kebetulan ada kapal besar yang lewat. Nun jauh. Pada detik-detik matahari meninggalkan permukaan bumi. Kelihatan moncongnya seperti menyentuh matahari. Kemudian pelan-pelan menutupinya secara keseluruhan.

Beberapa saat kemudian matahari terlihat lagi di buritan kapal. Sudah tinggal separo. Hanya ada beberapa orang yang menikmatinya sampai mentari betul-betul tenggelam.

Matahari terbenam itu menutup seluruh rangkaian wisata pantai di manapun di Karimunjawa. Seluruh wisatawan balik ke penginapan. Tidak mungkin mereka pulang ke kampung halaman maghrib itu. Tidak ada angkutan keluar Karimunjawa.

Saya kembali ke hotel New Ocean milik salah seorang camat di Jepara. Saya menginap di hotel itu dua malam. Membayar seperti tamu-tamu lain. (Baehaqi)