Tertarik Buka Usaha Katering? Simak 5 Tips Penting dari Ahlinya

122

JawaPos.com – Tak dimungkiri keberadaan layanan katering sangat membantu menyediakan kuliner lezat dalam sebuah acara, termasuk pesta pernikahan hingga gathering event. Saat ini bisnis kuliner atau katering pun kian menjamur bahkan banyak dilirik sebagai peluang usaha yang strategis.

Menurut Chef Chepi Aulia, selaku kitchen director Verve Bistro and Coffee, seiring dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan katering, maka sangat penting bagi pelaku usaha untuk mempunyai standar pelayanan yang memuaskan. Tak cukup dengan servi yang baik, namun dekorasi dan pilihan makanan pun harus sesuai dengan permintaan klien.

Lalu apa saja hal yang harus diperhatikan saat hendak memulai usaha katering? Berikut lima tips yang bisa diikuti.

1. Cek Rekanan Vendor/Supplier Bahan Makanan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempunyai relasi dan referensi partner supplier pemasok bahan makanan yang terpercaya. Hal ini dirasa perlu untuk memastikan bahwa semua komposisi bahan bisa tetap higenis dan terjamin kualitasnya.

“Yang pertama kita harus cek rekanan vendor atau supplier pemasok mulai dari sayuran, bahan, dairy apakah sudah tepat. Karena ingredients bagi saya sangat penting,” tutur Chef Chepi kepada JawaPos.com belum lama ini.

2. SDM yang Mumpuni

Memiliki tenaga kerja atau SDM yang mampu bekerja dengan baik mutlak diperlukan dalam sebuah perusahaan, termasuk usaha katering. Menurut Chef Chepi, usaha makanan sebaiknya memberdayakan para juru masak yang sudah terlatih dan memiliki taste yang baik dalam mengolah makanan.

“Penting untuk training SDM nya, how to cook yang benar. Sudah harus banyak trail. Dari situ kita harus mempertahankan taste, misal masak opor harus pake kayu manis, tapi malah diilangin. Kalo kita enggak, jadi mempertahankan orisinalitas rasa atau taste nomer satu,” ujarnya.

3. Pelayanan Memuaskan

Hal berikutnya adalah memiliki pelayanan yang bagus kepada konsumen. Layaknya tamu, klien wajib diperlakukan dengan baik seperti intensif melakukan komunikasi dan selalu ramah. “Harus cepat dan clean. Gimana bisa ramah dan komunikatif sama tamu,” ungkapnya.

4. Dekorasi

Semenarik apa pun menu makanan, akan lebih sempurna jika ditampilkan dengan presentasi yang indah. Untuk itu, Chepi menyarankan bagi para pelaku usaha untuk menjalin kerja sama dengan creative decoration atau layanan penyedia dekorasi untuk membantu mengemas makanan dengan sentuhan dekorasi yang cantik.

“Karena kita nggak mungkin investasi di dekor. Jadi mengemas presentasinya juga penting. Seenak apa pun makanannya, para tamu juga pasti akan lihat kemasannya,” lanjutnya.

5. Test Food

Test food merupakan salah satu tahap penting untuk memperkenalkan varian rasa dan menu makanan sebelum hari-H tiba. Selain itu test food merupakan bagian dari pelayanan katering untuk mengetahui apa saja yang terjadi di market, termasuk cita rasa yang diinginkan oleh klien dan perkembangan menu makanan baru.

“Kita lakukan ini 4 bulan sekali. Semuanya menu ada. Pengin tahu respons market seperti apa. Tujuannya untuk mengenalkan varian menu baru, jadi harus upgrade 4 bulan sekali,” saran Chepi.

(ce1/fid/JPC)