Perdana Jadi Pemeran Utama, Daniel Mananta Terbebani Perankan Ahok

216

JawaPos.com – Setelah lama tak terjun di dunia seni peran, Daniel Mananta kembali menyelaminya lewat film biopic Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mendapat sebuah peran besar sebagai Ahok dalam film A Man Called Ahok baginya adalah kehormatan tersendiri meski ada beban yang menggelayuti.

“Saya bersyukur banget mereka memberikan saya kesempatan menjadi seorang figur yang saya hormati banget, pak Ahok,” kata Daniel Mananta saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (6/9) malam.

Menurut Daniel, Ahok adalah sosok yang sangat dikenal masyarakat dan begitu dihormati. Oleh karenanya, meski merasa bangga dan terhormat, beban besar pun menantinya di depan.

A MAN CALLED AHOK – Teaser Trailer (YouTube/Share Film Indonesia)

“Peran utama jadi beban yah khususnya pak Ahok ini, karena sangat menginspirasi dan masih hidup, sangat dekat di hati banyak orang. Pasti akan dibanding-bandingkan nanti,” ujar Daniel.

Dia bahkan mengaku sempat kesulitan ketika diminta untuk memerankan Ahok. Sebab, selama ini, Daniel lebih aktif sebagai presenter. Film terakhir yang dia mainkan pun terjadi di 2011 dan bukan sebagai pemeran utama.

“Pas gue casting atau audisi itu susah ya, gue kan terakhir film tujuh tahun lalu. Masih kebawa gestur presenter juga pas gue dipangil audisi,” bebernya.

Film A Man Called Ahok pun menjadi film pertama Daniel Mananta mendapatkan posisi peran utama. Karenanya, dia banyak meminta bantuan dari Yayu Unru sebagai acting coach dan Sutradara Pratama Tuta.

“Untungnya mereka juga menyediakan acting coach, mas Yayu dan tim. Sebelum syuting kita juga reading dan banyak nnton video YouTube Ahok. Gesturnya, gaya bicara, cara jalan, ketegasan, bahkan pelafalan-pelafalan tertentu,” pungkasnya.

(yln/JPC)