Polda Diminta Ambil Alih Kasus Zeus

274

SEMARANG- Kasus dugaan pengemplangan pajak dan prostitusi yang dilakukan oleh manajemen Zeus Karaoke saat ini kasusnya ditangani Polrestabes Semarang, namun terkesan jalan di tempat. Sebab, sudah dua bulan berjalan polisi belum menemukan titik terang.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya menyatakan mendukung penuh upaya kepolisian dalam membongkar kasus penggelapan pajak yang dilakukan para pengusaha, terutama pengusaha tempat hiburan.

“Tapi jika polisi sudah melakukan pengusutan terhadap sebuah kasus dugaan penggelapan pajak dan kemudian menghentikan penanganan kasusnya, seperti yang dilakukan penyidik Polrestabes Semarang terhadap Karaoke Zeus, ini menjadi tanda tanya. Sikap Polrestabes Semarang ini patut menimbulkan kecurigaan publik,” ujar Neta dalam keterangannya, Rabu (5/9).

Untuk itu, lanjut Neta, IPW mendesak Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono segera turun tangan dan memerintahkan pengambilalihan kasus Zeus dari Polrestabes Semarang dan segera menuntaskan kasusnya.
“Selain itu, kapolda harus memerintahkan Propam memeriksa Kasat Reskrim, Kanit Tipikor dan Kanit PPA dan semua penyidik yang menangani kasus tersebut agar didapat hasil yang transparan kenapa kasus itu tidak berlanjut,” tandas Neta.

Lebih lanjut Neta mengatakan, mengingat makin sulitnya keuangan negara, seharusnya pihak kepolisian bekerja serius dalam menangani kasus-kasus dugaan penggelapan pajak. Sikap penyidik yang bermain-main dalam menangani kasus dugaan penggelapan pajak sama artinya tidak mendukung kebijakan pemerintah.

“Jika memang polisi sudah mendapat bukti-bukti penggelapan pajak dalam kasus Zeus Karaoke ini, Polda harus segera menahan pemilik Zeus Karaoke dan meminta Pemkot Semarang menutup tempat hiburan tersebut,” tandasnya lagi.
Menurut Neta, pajak adalah sumber pendapatan negara, jika ada pengusaha yang menggelapkan pajak ini adalah sebuah kejahatan terhadap negara dan polisi tidak boleh membiarkannya. “Dalam kasus Zeus Karaoke, selain dugaan penggelapan pajak, Polda Jateng harus pula mengusut tuntas dugaan prostitusi yang saat ini kasusnya juga ditangani Polrestabes Semarang. IPW mendukung langkah tegas yang diambil Kapolda Jateng untuk menuntaskan kasus di Zeus ini,” pungkas Neta.

Koordinator Gempar Jateng Widjayanto menyatakan, Pemkot Semarang melalui Pj Sekda Kota Semarang Agus Riyanto telah melayangkan surat resmi untuk meminjam barang bukti yang telah disita Polrestabes Semarang dalam kasus penggelapan pajak. “Surat yang dikirim ke Polrestabes Semarang sebagai bukti keseriusan pemkot dalam menguak kejahatan penggelapan pajak yang dilakukan Zeus Karaoke dan sudah sepantasnya polisi segera meresponnya demi penegakkan hukum,” ujar Widjayanto.

Lebih lanjut Widjayanto menegaskan, kalau polisi keberatan meminjamkan barang bukti tersebut, polisi harus melayangkan surat keberatan karena pemkot juga melayangkannya secara tertulis. “Ini kan demi penegakan hukum sebagai tugas-tugas negara harus ada kepastian, saya kira polisi juga menyadari kalau pengemplangan pajak tidak mutlak ditangani polisi karena itu ranahnya PPNS, jadi nggak usah lama-lama mengabulkan permohonan itu,” tandas Widjayanto. (bis/aro)