33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Jalan 150 untuk Tahun ke 115

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Saya lupa. Ini kan ulang tahun ke 115 Harley Davidson. Makanya kok banyak touring. Di jalan-jalan di Amerika.

Saya memang harus lupa. Saya  bukan pemilik motor besar. Saya hanya sering bergaul dengan HOC. Organisasi pemilik HD.

Di Indonesia klub itu lebih dikenal dengan HDCI. Ketuanya Anda pasti tahu: Nanan Soekarna. Letjen polisi. Mantan Wakapolri itu.
Kini saya juga lagi ‘tur’. Naik mobil. Untuk sebuah pekerjaan baru saya.

”Lho… Pak Dahlan ya….,” tegur pemilik HD itu.

Saya kaget. Saya ini kan lagi isi bensin. Di perbatasan antara Colorado dan Kansas. Di tengah padang gandum. Yang tak terpermanai luasnya.

Saya isi bensin di situ. Setelah sangat khawatir kehabisan bahan bakar. Setelah dua jam dari Denver. Lupa melihat indikator bensin: hampir kuning. Padahal tidak ada tanda-tanda akan ada kota di padang gandum ini.

Sambil membuka kaca saya terpana. Melihat dua HD memasuki pom bensin yang sama. Berhenti di dekat saya. Begitu membuka helm terlihat wajahnya: wajah Asia.
Mungkin dari Filipina. Mungkin dari Thailand. Mungkin dari Tiongkok selatan.

Tapi begitu menyapa saya, ketahuanlah: dari Indonesia.
Namanya: Ferdy Walewangko. Asal Manado. Tinggal di Jakarta. Pengusaha. Suplayer angkatan udara.

Saya tidak menyangka ketemu orang Indonesia. Di pedalaman Amerika yang paling dalam ini.
Maka saya ingat: HD berumur 115 tahun. Dirayakan dengan tour. Dimulai dari pabriknya: di Scranton, Pennsylvania. Naik ke Niagara, ke barat ke Toledo. Lalu ke Chigaco. Naik ke utara. Ke Milwaukee. Terus ke barat, ke Sioux City. Belok ke selatan: ke Sturgis dan Denver. Lalu ke timur: ke Kansas. Berarti satu rute dengan saya. Tadi pagi saya kan juga dari Denver.

Ferdy akan terus ke timur. Ke St Louis. Berarti masih sama dengan rute saya.
Begitu isi bensin saya berangkat dulu. Ferdy masih siap-siap. Membonceng putra ketiganya. Yang baru lulus dari UPH. Satu HD lagi adalah teman Ferdy. Bersama istri. Orang Malaysia. Yang tinggal di Jakarta.

Masuk ke highway I-70 saya mengurangi gas. Menunggu agar Ferdy menyalip saya. Untuk saya videokan. Diam-diam.
Wussss…. dua HD menyalip saya. Saya uber. Gila. Kecepatannya 150 km/jam. Anaknya sempat melambaikan tangan. Sekejap. Langsung hilang.

Ferdy menyalip saya di highway I-70 Amerika

Saya hanya sebentar ikut 150 km/jam. Segera kembali ke kecepatan normal saya: 130-140 km/jam. Highway I-70 ini memang mulus, lurus dan sepi.

Saya lihat HD milik Ferdy baru. Rodanya tiga. Model terkini: Trike the Glide. Yang diproduksi terbatas. Hanya 1.900 buah. Milik Ferdy adalah yang ke 915.

Harganya: 37 ribu dolar. Sekitar Rp 450 juta.

Saya terheran: bagaimana Ferdy kirim HD ke Amerika. Dikirim pakai kapal? Pakai pesawat?

Ternyata tidak. Ia baru beli. Di Amerika ini.  Langsung dipakai. Ia akan menempuh jarak sekitar 9 ribu km. Dalam tur 25 hari ini.

Sama jauhnya dengan tur saya tiga bulan lalu. Dengan rute yang hampir sama. Kendaraannya yang berbeda.
”Saya sudah capek dengan dua roda. Ganti tiga roda,” kata Ferdy.

Tiap lima tahun ada tur seperti itu. Tahun ini sebenarnya dipusatkan di Praha, Ceko. Untuk mengenang berdirinya klub pemilik HD. Yang justru di Ceko terbentuk pertama. Yang kini sudah punya cabang di 450 kota. Dengan anggota lebih satu juta.

Beberapa teman saya ikut tour lima tahunan itu. Termasuk Mardawa. Alumni elektro ITB. Yang saya angkat jadi sekretaris perusahaan. Saat  saya Dirut PLN. Mardawa punya dua HD.

Setelah saya pergi Mardawa pulang kampung ke Bali. Jadi pendeta Hindu. Ia tinggalkan gemerlap dunia. Ia tekuni agama. Ia jual HD-nya. (dahlan iskan)

Mardawa setelah menjual HD-nya.

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemanfaatan Media WhatsApp Grouping dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

RADARSEMARANG.COM - SIAPA tidak tahu WhatsApp atau WA? Media sosial ini sudah sangat popular dan familiar bagi anak-anak maupun orang tua. Juag semua kalangan:...

Jawa Tengah Peringkat Kelima

MAGELANG – Jumlah penderita AIDS di Jawa Tengah masih tergolong tinggi. Bahkan Jateng tercatat menempati peringkat ke-5 setelah Papua, Papua Barat, Jawa Timur dan...

Tiga Pemain Pilar Masih Cedera

SEMARANG – Dua hari jelang menghadapi laga perdana Liga 2, PSIS Semarang masih menunggu kondisi beberapa pemain pilar mereka yang masih dalam masa pemulihan...

Kantongi Kekuatan Mitra Kukar

RADARSEMARANG.COM - KEMENANGAN PSIS atas Arema FC melalui babak adu penalti dengan skor 6-5 (2-2) pada laga perdana Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 di...

Sudah Koleksi 200 Piala, Idolakan Ganjar Pranowo

RADARSEMARANG.COM - Pasangan suami istri (pasutri), David Anwar dan Desy Armalina pantas berbangga. Sebab, ketiga putranya ternyata jago matematika. Bahkan, saat olimpiade matematika internasional...

Satgas Telusuri Laporan Pungli

TEGAL-Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, beberapa waktu lalu....