Terlihat Unik dan Selipkan Pesan di setiap Lukisan

Suprapto, Melukis dengan Sisa Lumpur Pembuatan Gerabah

187
KREATIF: Suprapto saat melukis dengan sisa lumpur pembuatan gerabah. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Suprapto saat melukis dengan sisa lumpur pembuatan gerabah. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Sekilas tampak seperti lukisan pada umumnya. Namun siapa sangka, lukisan yang dihasilkan Suprapto ini dibuat dengan menggunakan lumpur. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

MESKIPUN dari lumpur, lukisan yang dihasilkan warga Jalan Papandayan No 21 RT 3 RW 8 Gajahmungkur, Semarang ini cukup mengesankan. Terlebih dengan detail yang dibuat.

Mulanya, Prapto hanya membuat kerajinan gerabah. Kini, ia melebarkan kreasinya dalam bentuk lukisan dengan memanfaatkan sisa lumpur pembuatan gerabah. Dengan bahan yang sama, pria 62 tahun ini membuat sejumlah lukisan yang tak kalah apik dengan lukisan cat.

Menggunakan bahan utama tanah liat yang sudah diencerkan, dia menyebut dijebor, tangan Prapto dengan lincah menyapukan kuas. Sedikit demi sedikit sapuannya membentuk penampakan lukisan. Ia memang terbiasa membuat lukisan dengan aliran realis. Sehingga dengan mudah orang akan mengenali apa yang dilukis.

”Hampir sama dengan menggunakan cat. Hanya saja, saya ingin mencoba yang lebih unik. Dan tentunya ini lebih ekonomis, karena bahannya bisa didapat di sekitar rumah,” ujar lulusan seni rupa IKIP Semarang (sekarang Unnes) ini.

Mengenai daya tahan, walaupun dari lumpur, lukisan Prapto bisa disandingkan dengan lukisan cat. Karena pada umumnya, kata dia, cat yang biasa digunakan untuk melukis juga berasal dari bahan yang sama, yakni bebatuan dan tanah.

”Saya rasa tidak ada bedanya. Karena cat yang dijual di pasaran bahannya juga dari bebatuan dan tanah,” kata dia.

Sementara ini, ia memang baru menghasilkan beberapa lukisan saja, khusus yang dibuat dengan menggunakan lumpur. Namun demikian, sudah banyak yang menaruh minat pada hasil karyanya ini. Terbukti, tidak sedikit yang penasaran dengan memberondong sejumlah pertanyaan kepadanya saat ia memajang sejumlah hasil karyanya di pameran.

”Memang belum banyak yang saya hasilkan. Soalnya saya memang membuat lukisan ini kalau ada waktu saja. Saat saya nggak membuat patung dan taman,” kata pria yang juga dipercaya membuat patung di sejumlah lokasi wisata ini.

Tidak butuh waktu lama. Lukisan lumpur yang dibuat dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu hari. Dalam ukuran kecil tentunya. Yakni, sekitar 40 cm x 50 cm.

Tak hanya dinikmati keindahannya saja, pria berkacamata ini juga menyelipkan pesan pada lukisan yang dibuat. Kepada orang yang tertarik dengan lukisannya, dengan senang hati ia akan menceritakannya.

Seperti lukisan raksasa memakan gerhana. Lewat lukisan itu, ia ingin menyampaikan bahwa dengan sifat angkara murka, orang yang memiliki jabatan tanpa segan akan menelan apapun. Karenanya diperlukan komentar kritis dari masyarakat untuk menghindarkan dari laku sewenang-wenang tersebut.

”Kalau nenek moyang dulu kan ketika ada gerhana menyuruh membunyikan kentongan. Kalau diaplikasikan sekarang adalah dengan memberikan komentar kritis itu tadi,” ujarnya menjelaskan salah satu lukisannya. (*/aro)