Putung Rokok Pendaki Picu Kebakaran

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – MAGELANG – Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara mencatat sebanyak 4 peristiwa kebakaran hutan terjadi bulan Juli-Agustus 2018. Kendati demikian, belum dinyatakan kejadian luar biasa dan bisa diantisipasi.

Petugas Perum Perhutani KPU Kedu Utara, Asrofi merinci, pada Juli 2018 terdapat dua titik hutan lindung yang mengalami kebakaran. Yakni di Resor  Pemangku Hutan (RPH) Pager Gunung yang termasuk dalam wilayah Bagian Kesatuan  Pemangku Hutan (BKPH) Ambarawa, kebakaran terjadi di Gunung Andong dengan luas area 6,5 hektare. Selain itu, luas lahan terbakar di Gunung Sumbing di RPH Kemloko, BKPK Temanggung sekitar 1,3 hektare.

Masih menurut Asrofi, pada Agustus 2018 di Gunung Sumbing, RPH Mangli, BKPH Magelang, api melahap lahan seluas 0,75 hektare. Di Gunung Ungaran, RPH Gempol, BKPK Ambarawa, sekitar 0,04 hektare.

“Kebanyakan yang terbakar rumput kering dan semak belukar,” tutur Asrofi saat ditemui di kantornya.

Sementara itu, anggota Polisi Hutan Mobile, David Pancawan mengungkapkan, kebakaran hutan yang selama ini terjadi kerap dipicu ulah manusia. Pendaki lalai membuang putung rokok sembarangan. “Kami imbau kepada pendaki, agar tidak membuang putung rokok sembarangan dan mematuhi segala peraturan yang telah dibuat,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya mulai menyusun strategi pengembalian lahan rusak, dengan melihat situasi medan yang terbakar. Jika memungkinkan dilakukan reboisasi, maka akan direalisasikan.

Di sisi lain, pihaknya berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan lagi. Di antaranya dengan melaksanakan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Lalu, bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Masyarakat Peduli Api (MPA), Satgas Damkar, Basarnas setempat, dan beberapa pihak lainnya.

“Pemasangan poster-postet berisi peringatan dan imbauan untuk masyarakat juga telah kami lakukan. Kami harap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan hutan semakin meningkat, sehingga tidak akan terjadi kebakaran hutan di musim kemarau seperti sekarang,” tutur David. (mg24/mg25/put/lis)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -