Putung Rokok Pendaki Picu Kebakaran

706

RADARSEMARANG.COM – MAGELANG – Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara mencatat sebanyak 4 peristiwa kebakaran hutan terjadi bulan Juli-Agustus 2018. Kendati demikian, belum dinyatakan kejadian luar biasa dan bisa diantisipasi.

Petugas Perum Perhutani KPU Kedu Utara, Asrofi merinci, pada Juli 2018 terdapat dua titik hutan lindung yang mengalami kebakaran. Yakni di Resor  Pemangku Hutan (RPH) Pager Gunung yang termasuk dalam wilayah Bagian Kesatuan  Pemangku Hutan (BKPH) Ambarawa, kebakaran terjadi di Gunung Andong dengan luas area 6,5 hektare. Selain itu, luas lahan terbakar di Gunung Sumbing di RPH Kemloko, BKPK Temanggung sekitar 1,3 hektare.

Masih menurut Asrofi, pada Agustus 2018 di Gunung Sumbing, RPH Mangli, BKPH Magelang, api melahap lahan seluas 0,75 hektare. Di Gunung Ungaran, RPH Gempol, BKPK Ambarawa, sekitar 0,04 hektare.

“Kebanyakan yang terbakar rumput kering dan semak belukar,” tutur Asrofi saat ditemui di kantornya.

Sementara itu, anggota Polisi Hutan Mobile, David Pancawan mengungkapkan, kebakaran hutan yang selama ini terjadi kerap dipicu ulah manusia. Pendaki lalai membuang putung rokok sembarangan. “Kami imbau kepada pendaki, agar tidak membuang putung rokok sembarangan dan mematuhi segala peraturan yang telah dibuat,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya mulai menyusun strategi pengembalian lahan rusak, dengan melihat situasi medan yang terbakar. Jika memungkinkan dilakukan reboisasi, maka akan direalisasikan.

Di sisi lain, pihaknya berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan lagi. Di antaranya dengan melaksanakan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Lalu, bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Masyarakat Peduli Api (MPA), Satgas Damkar, Basarnas setempat, dan beberapa pihak lainnya.

“Pemasangan poster-postet berisi peringatan dan imbauan untuk masyarakat juga telah kami lakukan. Kami harap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan hutan semakin meningkat, sehingga tidak akan terjadi kebakaran hutan di musim kemarau seperti sekarang,” tutur David. (mg24/mg25/put/lis)