Pengunjung Terjatuh dari Bianglala Jateng Fair

431
DITUTUP SEMENTARA: Bianglala di arena Jateng Fair 2018 PRPP ditutup sementara pasca terjadinya pengunjung terjatuh. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
DITUTUP SEMENTARA: Bianglala di arena Jateng Fair 2018 PRPP ditutup sementara pasca terjadinya pengunjung terjatuh. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wahana Bianglala di arena Jateng Fair 2018 Kompleks Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng Puri Maerokoco Semarang Barat ditutup aparat kepolisian. Penutupan ini menyusul adanya pengunjung yang terjatuh saat naik wahana permainan tersebut.

Pengunjung itu diketahui bernama Puspaningrum, 29, warga Pati. Korban terjatuh dari ketinggian kurang lebih 3 meter. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Columbia Asia untuk mendapat perawatan intensif.

Nasib nahas itu dialami korban Sabtu (1/9) sekitar pukul 20.30. Bermula saat korban tertarik naik di wahana permainan tersebut. Saat hendak naik, entah kenapa tiba-tiba korban terpeleset hingga terjatuh dari ketinggian sekitar 3 meter. “Korban mau naik Bianglala, kemudian terpeleset, ketanggor keranjang Bianglala. Kemudian terjatuh,” ungkap pengunjung lain, Heri, di lokasi kejadian, kemarin.

Korban sempat tidak sadarkan diri setelah terjatuh. Ia mengalami luka memar dan diduga mengalami patah tulang.  Selanjutnya korban dibawa ke RS Internasional Colombia Asia Kalibanteng untuk mendapatkan perawatan. “Kalau tidak memar ya patah tulang. Jatuh dari ketinggian sekitar 3 meter. Korbannya perempuan,” katanya.

Direktur PRPP Jateng Titah Listiyorini membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan dari anak buahnya yang berada di lapangan. “Dia sudah naik, kemudian sudah berhenti mau keluar, mungkin terus terpeleset kena pintu sehingga jatuh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, korban sudah dilarikan ke rumah sakit dan telah mendapatkan perawatan. Pihaknya membantah, jika korban mengalami patah tulang. Menurutnya, begitu dilarikan ke RS Colombia Asia Semarang, tim medis langsung melakukan analisa dan penanganan. Hasilnya dinyatakan tidak mengalami patah tulang.   “Tadi pagi saya sudah jenguk di rumah sakit. Luka memarnya akibat jatuh dan shock. Sudah di-rongent, hasilnya korban tidak mengalami frachtur (patah tulang),” tegasnya.

Titah juga membeberkan, pihak dokter RS Colombia Asia juga menyarankan untuk menjalani rawat inap terlebih dahulu guna proses pemulihan trauma, shock dan luka memarnya. Sebagai bentuk tanggungjawab, pihak PRPP menanggung seluruh biaya RS dengan fasilitas asuransi yang ada di tiket masuk Jateng Fair 2018.

“Kita tanggung, kita backup, semua biaya ditanggung PRPP. Semalam masih terasa nyerinya, maka disarankan dokter untuk rawat inap,” katanya.

Menurutnya, korban bersama rekannya sengaja datang ke Semarang berboncengan mengendarai sepeda motor untuk mengunjungi Jateng Fair 2018. Meski demikian, pihaknya menyatakan akan mengantar dengan mobil sampai ke rumah korban. “Saat berkunjung dan terjadinya kecelakaan, korban tidak membawa KTP. Ya, pesan kami pengunjung untuk selalu hati-hati. Kami juga memberikan upaya yang antisipasif. Misalnya dipagari atau dalam bentuk pengamanan yang lain,” katanya.

Sementara itu, pasca terjadinya insiden tersebut, wahana bianglala telah dipasangi police line oleh pihak kepolisian setempat. Meski korban hanya luka memar, pihak kepolisian merasa tidak ingin kecolongan. Mereka kemudian memasang garis polisi di wahana itu. “Ya memang kami beri garis polisi, sementara kami minta untuk tidak dipakai lagi demi memberi keamanan juga kepada pengunjung dan masyarakat,” ungkap Kapolsek Semarang Barat, Kompol Donny Eko Listiyanto.

Bersamaan dengan pemasangan garis polisi itu, ia juga memeriksa beberapa orang terkait peristiwa jatuhnya pengunjung wahana bianglala tersebut. “Ada beberapa orang statusnya masih sebagai saksi, dari pihak pengelola, juga dari pengunjung kami mintai keterangan,” katanya.

Pihaknya mengaku, belum bisa memastikan kapan akan melepas garis polisi dan memberi izin kembali wahana tersebut beroperasi. Menurutnya, saat ini masih dalam penelitian. “Yang jelas saat ini penyidik kami masih bekerja. Kalau sudah selesai, ada hasilnya nanti kami kabarkan perkembangannya,” tegasnya. (mha/aro)