Padukan Jawa-Tionghoa, 5 Model Tutup Pasar Seni

276
HUNTING MODEL : Sejumlah model mengenakan busana perpaduan batik dengan nuansa Tionghoa karya perancang Aldion Soeprijono (tengah) berpose di gelaran Pasar Seni Semarang di TBRS, Kota Semarang, Minggu (2/9) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HUNTING MODEL : Sejumlah model mengenakan busana perpaduan batik dengan nuansa Tionghoa karya perancang Aldion Soeprijono (tengah) berpose di gelaran Pasar Seni Semarang di TBRS, Kota Semarang, Minggu (2/9) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sebanyak 5 model berparas rupawan lengkap dengan baju batik bernuansa budaya Tionghoa ini memanjakan puluhan fotografer dari Kota Semarang dan sekitarnya. Kehadiran mereka memeriahkan acara penutupan Pasar Seni 2018 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) yang mengusung tema Ethnic Urban Photo Hunt, Minggu (2/9) kemarin.

Para model di sebar di 5 titik spot berbeda agar para fotografer dapat menyalurkan kreativitasnya menghasilkan jepretan yang sesuai konsep Ethnic Urban. Komite Fotografi Dekase (Dewan Kesenian Semarang), Markus Bambang menyampaikan event tersebut atas kerjasama dengan komunitas Mata Semarang Photography Club sebagai penyelenggara event Photo Hunting.

“Dekase juga mendapatkan dana dari APBD. Makanya, kami ingin kegiatan ini bisa dinikmati oleh semua pihak, tidak hanya pelaku kreatif di bidang seni rupa, namun juga di bidang fotografi khususnya genre modeling,” kata Markus pada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, tema hunting foto ini memang memadukan budaya lokal Indonesia dengan budaya Tionghoa melalui batik dengan fashion style dari Tionghoa. “Di acara foto hunting ini para fotografer dibebaskan menuangkan imajinasinya dalam karya fotografi dengan model-model yang sudah di-make-up oleh Aldion Soeprijono, sehingga memiliki karakteristik dan orisinilitas budaya Jawa dan Tionghoa,” jelas Markus.

Sementara itu, Divisi Make Up dan Wardrobe, Aldion Soeprijono sengaja menampilkan nuansa budaya lokal yang diakulturasikan dengan budaya modern etnic Tionghoa. “Para model memakai batik Lasem, Pekalongan, Solo, dan Jogja yang dipadukan dengan unsur-unsur budaya Tionghoa seperti pemilihan warna dan modifikasi fashion agar lebih terlihat modern,” ucap Aldion. (cr2/ida)