Pabrik Popok Bayi “Mamamia” Terbakar

738
LUDES: Kobaran api yang membakar pabrik pampers Mamamia dan Fluffy di Kawasan Industri Candi, Semarang, tadi malam. (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUDES: Kobaran api yang membakar pabrik pampers Mamamia dan Fluffy di Kawasan Industri Candi, Semarang, tadi malam. (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pabrik pampers PT Aman Indah Makmur di Kawasan Industri Candi Blok 9 No 9, Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan, Semarang ludes terbakar. Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian ruang produksi.

Kebakaran yang dialami pabrik popok bayi Mamamia dan Fluffy ini terjadi Minggu (2/8) sekitar pukul 18.30. Kali pertama kobaran api diketahui oleh warga sekitar.”Waktu itu, saya sedang keluar makan. Kemudian dikasih tahu warga. Kobaran api di bagian belakang pabrik sudah membesar,” ungkap salah satu karyawan parbrik, Riyan, di lokasi kejadian, Minggu (2/8) tadi malam.

Menurutnya, saat kebakaran terjadi, para karyawan pabrik sedang istirahat. Sedangkan api muncul di ruang produksi di bagian belakang. Munculnya api diduga akibat korsleting listrik.

“Kerja mulai pukul 15.00 sampai 23.00. Istirahat pukul 18.00. Tadi ada sekitaran 25 orang yang kerja. Ini produksi pampers. Di belakang itu kan ada ruang produksi,” katanya.

Karena isi pabrik mudah terbakar, kobaran api pun dengan cepat meludeskan bangunan pabrik tersebut. Sedikitnya 11 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. “Kami sudah mengerahkan 11 unit mobil damkar dari berbagai pos,” ujar Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Semarang, Trijoto di lokasi kejadian.

Trijoto mengakui, saat mendapat laporan kejadian itu, api sudah membesar. “Tadi saya tanyakan kepada satpamnya, kobaran api berasal dari mesin, ada percikan api. Dia mau memadamkan pakai Apar tapi tidak bisa. Sehingga api terus membesar,” jelasnya.

Pihaknya mengaku sempat terkendala mendapatkan air untuk memadamkam api. Trijoto sudah melakukan upaya suplai air dengan meminta bantuan kepada PDAM.”Pemadaman kendala air. Maka saya katakan kepada temen-temen untuk suplai air,” katanya.

Informasi yang dihimpun koran ini, pada saat kebakaran terjadi juga ada dugaan pencurian kendaraan milik pabrik tersebut. Sebuah mobil boks yang diparkir di halaman pabrik dibawa kabur orang tak dikenal saat dilakukan penyelamatan. “Tadi ada mobil di sini, terus diminta membantu mengeluarkan malah dibawa kabur. Tapi informasinya sudah ditangkap petugas di Krapyak,” warga sekitar, Agus.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, dan hanya kerugian materiil. Namun belum bisa dipastikan jumlah kerugian tersebut. Sementara, pemilik pabrik belum bisa memberikan keterangan terkait kebakaran ini. (mha/aro)