Liga Gulat Mahasiswa Jaring Atlet Muda

290
BERTANDING : Pegulat wanita menunjukkan kemampuannya dalam Liga Gulat Mahasiswa Jateng Terbuka 2018 seri kedua, Minggu (2/9) di atrium Artos Mall. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
BERTANDING : Pegulat wanita menunjukkan kemampuannya dalam Liga Gulat Mahasiswa Jateng Terbuka 2018 seri kedua, Minggu (2/9) di atrium Artos Mall. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sebanyak 19 atlet gulat mahasiswa, Minggu (2/8) kemarin meramaikan perhelatan akbar Liga Gulat Mahasiswa Jateng Terbuka Tahun 2018 seri kedua, Minggu (2/9) di atrium Artos Mall Magelang. Liga gulat sebagai upaya untuk menjaring atlet-atlet muda potensial dari kampus dan sekaligus memopulerkan olahraga gulat kepada masyarakat.

Ketua Panitia Liga Gulat Mahasiswa Jateng Terbuka 2018, Budi Harto menuturkan, perhelatan akbar liga gulat memasuki seri kedua setelah sebelumnya sudah diselenggarakan di Semarang.

“Kami dari Pengurus Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Jawa Tengah memang rutin menggelar liga gulat. Kamilah yang menginisiasi adanya Liga Gulat di Indonesia dan terdaftar dalam kalendar kegiatan nasional. Dalam setahun, kami menyelenggarakan kejuaraan gulat sebanyak tiga seri dengan sistem pengumpulan poin,” kata Budi.

Di seri ketiga nanti pada bulan Desember di Sukoharjo, para pegulat akan dievaluasi sesuai akumulasi poin sejak seri pertama hingga seri ketiga mendatang. Liga gulat, menurut Budi, sebagai upaya untuk merekrut atlet baru.

“Memang olahraga gulat belum menjadi olahraga populer di Indonesia. Namun kini sudah semakin berkembang. Mengingat, dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sudah ada 26 pengurus ditingkat daerah,” jelasnya.

Lanjut dia Jateng mengukir prestasi manis di Pekan OLahraga Nasional (PON) XIX di Bandung tahun 2016 dengan meraih dua perak. Bahkan prestasi mentereng, menurut Budi, pernah ditorehkan para pelajar Jateng dalam gelaran Popnas Liga Pelajar September tahun 2017 lalu di Grobogan, Jateng meraih 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Dalam seri kedua ini, ujar dia, dibagi enam kelas yaitu 50 kg putri, 57 kg putra, 57 kg putri, 60 kg, 74 kg, dan 77 kg.  Sementara, Ketua PGSI Jawa Tengah, Andreas DW, menuturkan, gulat bukanlah olahraga yang berbahaya.

“Gulat adalah olahraga yang kami jamin aman. Makanya sengaja kami gelar di mal agar masyarakat bisa mengetahui teknik dan memahami olahraga ini. Sekaligus juga upaya untuk memopulerkan gulat kepada masyarakat,” jelas Andreas.

Kabid Keolahragaan Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Effendi Hari MC, menuturkan, liga gulat sebagai upaya untuk melihat atlet potensial di jenjang mahasiswa. (had/lis)