Harga Telur Ayam Masih Tinggi

257
MASIH MAHAL : Seorang pedagang telur di Pasar Rejowinangun sedang melayani konsumen, Jumat (31/8) pekan lalu. (DWI ASTUTI ASIH / RADAR KEDU)
MASIH MAHAL : Seorang pedagang telur di Pasar Rejowinangun sedang melayani konsumen, Jumat (31/8) pekan lalu. (DWI ASTUTI ASIH / RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Harga telur ayam di Pasar Rejowinangun Magelang hingga kini masih tinggi. Biasanya, telur ayam dijual dengan harga Rp 20.000-21.000 per kilogram, kini masih berkisar Rp 23.000-24.000 per kilogram.

Seorang pedagang, Wahyuni menuturkan, harga tersebut dipengaruhi tingginya minat masyarakat, dibanding pasokan dari peternak telur ayam. Pada bulan dzulhijjah seperti saat ini, pelanggannya berbelanja telur dalam jumlah lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan acara tertentu. Mulai dari pengajian, pernikahan dan sebagainya. Karena itu, ia mampu menjual telur ayam hingga 2 kuintal, atau selisih 50 kilogram dari hari biasa.

“Saya kira, harga ini akan bertahan hingga akhir bulan besar (dzulhijjah, Red),” tutur Yuni, kemarin.

Berbeda,  harga telur bebek justru mengalami sedikit perubahan. Kini, Yuni menjual dengan harga Rp 2.500 per butir. Sementara saat momentum Lebaran Idul Adha, ia menjual Rp 3.000 per butir. “Telur bebek juga banyak dibutuhkan untuk produksi telur asin,” tambahnya.

Seorang pembeli, Marina, 28, mengeluhkan harga telur yang mahal. Namun demikian, ia tetap membeli dengan jumlah yang sama, ketimbang membeli di warung dekat rumahnya.

“Ada selisih harga, dan terasa kalau membeli dalam jumlah banyak. Selisihnya itu masih bisa digunakan untuk membeli keperluan bumbu dapur lainnya,” akunya. Warga Magelang Tengah itu juga berharap, agar harga telur ayam tidak semakin naik. (mg23/mg24/put/lis)