Alphard Terguling, Sopir Tewas Terjepit

787
RINGSEK : Kecelakaan tunggal Toyota Alphard bernopol AB 1896 WE di Jalan Arteri Arteri Yos Sudarso, menyebabkan sopirnya meninggal di tempat kejadian perkara. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RINGSEK : Kecelakaan tunggal Toyota Alphard bernopol AB 1896 WE di Jalan Arteri Arteri Yos Sudarso, menyebabkan sopirnya meninggal di tempat kejadian perkara. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Arteri Arteri Yos Sudarso, persisnya Jembatan Dekat Pos I Pelabuhan Semarang, Sabtu (1/9) pukul 02.30 dinihari. Diduga, korban mengantuk saat mengemudikan Toyota Alphard dengan kecepatan tinggi, akhirnya terguling-guling sejauh 50 meter.

Pengemudi mobil mewah yang diketahui bernama Kris Indrawan, 50, warga Pasir Mas Utara Semarang meninggal dunia di lokasi kejadian lantaran cedera kepala berat. Tubuhnya terjepit di dalam mobil bernopol AB 1896 WE yang ringsek tak terbentuk.

Peristiwa maut ini bermula saat korban melaju dari Kaligawe menuju Kalibanteng atau arah Timur ke Barat. Saat di tikungan, tiba-tiba mobil hilang kendali menabrak trotoar dan kemudian terguling-guling sejauh 50 meter. Mobil baru berhenti setelah membentur bodi belakang sebuah truk. Petugas yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kejadian.

“Sampai sekitar pukul 05.00, sopir baru bisa dievakuasi dengan alat extrikasi. Korban meninggal di lokasi kejadian, jenazahnya dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang,” kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Jateng, Agung Hari Prabowo di lokasi kejadian saat melakukan evakuasi, kemarin.

Petugas kepolisian yang mendapat laporan, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan bahwa pihaknya telah mendatangi tempat penyimpanan barang bukti untuk memastikan mobil tersebut kecelakaan tunggal. “Saya bisa memastikan, ini kecelakaan tunggal akibat hilang kendali. Kontur jalannya 200 meter sebelum TKP merupakan turunan dan tikungan. Kendaraan yang dikemudikan korban, sehabis lewat jembatan menurun dan menikung,” jelasnya.

Menanggapi adanya indikasi pengaruh miras, Ardi menjelaskan korban dalam kondisi tidak bernyawa saat di TKP, sehingga tidak bisa melakukan pemeriksaan ada tidaknya alkohol saat korban masih hidup. “Bukti otentiknya tidak ada. Dugaan sementara, karena kecepatan tinggi, kemudian tidak menguasai medan jalan. Kondisi kendaraan rusak parah di bagian depan, sampai atapnya terlepas karena menghantam ujung trotoar,” pungkasnya. (mha/ida)