200 Keluarga Terentas dari Bantuan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bupati Batang  Wihaji meluluskan 200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Acar tersebut digelar cukup unik dan meriah dengan menggelar pentas musik di Lapangan Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal, pada Minggu (2/9).

“Acara ini bagian dari semangat PKH untuk memotong generasi. Dengan meluluskan 200 KPM dari 33.400 PKH yang ada di Kabupaten Batang, semoga kedepan bisa lebih mandiri,” seru Wihaji.

Kini lulusan PKH sudah memiliki kelompok – kelompok usaha bersama bahkan usaha pribadi yang bisa menambah penghasilan  keluarganya, sehingga 200 PKM tersebut secara ikhlas tidak menerima lagi bantuan PKH dari pemerintah.

“Ini merupakan keberhasilan pendamping KPM untuk PKH, sehingga mereka mampu dan bisa keluar dari kemiskinan dan bisa hidup lebih sejahtera lagi,” ucap Wihaji bangga.

Ia juga berharap untuk tahun 2019 targetnya bisa lebih banyak lagi yang lulus, karena ini tantangan juga bagi pemerintah. Bagaimana pimpinan daerah bisa fokus memberdayakan masyarakat yang kurang mampu untuk bisa merubah nasibnya.

Menurut Wihaji, Pemkab Batang mempunyai tugas untuk melatih wirausaha sesuai dengan kemampuan, memfasilitasi memberikan pinjaman modal dengan bank dan memberikan pendampingan pemasaran agar produknya laku di pasaran.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Djoko Tetuko mengatakan bahwa kegiatan kelulusan PKM PKH merupakan yang pertama kali di Kabupaten Batang.

“Kelulusan ini tidak bisa drastis jumlahnya, Karena harus ada kesadaran mereka sendiri dan pemkab hanya berupaya terus meningkatkan semangat hidup untuk berwirausaha agar bisa lebih sejahtera lagi dan tidak lagi menerima batuan PKH,” terang Djoko Tetuko.

Disampaikan juga bahwa Pendamping PKH Kabupaten Batang memiliki prestasi cukup bagus, karena menjadi pendamping terbaik di tingkat Jawa Tengah.  Dalam kegiatan gelegar PKH tersebut dihadiri oleh ribuan warga PKM se Kabupaten Batang, dikesempatan itu juga Bupati Wihaji memberikan doorprize berupa sapi.

Tak hanya itu bupati bersama istri ikut menghibur ribuan PKM  PKH dengan menyanyikan lagu dangdut. Tak kalah seru juga ikut berjoget di tengah ribuan warga. (han/zal)

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Rp 4,9 M untuk Air Mancur Nari

MAGELANG–Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berencana membangun air mancur menari (dancing fountain) di sisi barat kawasan Alun-Alun. Tidak tanggung-tanggung, Pemkot menggelontorkan anggaran Rp 4,9 miliar....

Ambil Pakaian Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya

KENDAL—Ratusan warga Kendal menyerbu bazar pakaian pantas pakai yang digelar komunitas Sedekaholic di Balai Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Minggu (29/10) pagi. Warga bisa mengambil...

Pertahankan Prestasi Terbaik

MAGELANG – Hasil ujian nasional (unas) SMP dan sederajat di Kota Magelang sesuai target. Selain menjadi tertinggi untuk nilai ujian nasional (unas) se-Jawa Tengah...

Ustad Riza Beri Pencerahan Siswa agar Terhindar dari LGBT

SEMARANG – Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menjadi sorotan siswa SMA N 2 Semarang ketika pengajian akbar yang dilakukan di halaman sekolah...

More Articles Like This

- Advertisement -