Unnes Sidang Etika, MNS Terancam Di-DO

Terkait Kasus Pembunuhan Bayi

768

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pihak rektorat Universitas Negeri Semarang (Unnes) masih menunggu perkembangan pemeriksaan di Polrestabes Semarang. Namun jika sudah dilakukan pembuktian, Unnes akan menindak tegas mahasiswanya berinsial Maheswari Nabila Sahda (MNS), 19, yang terseret kasus hamil di luar nikah dan mengakhiri nyawa bayinya sendiri bersama kekasihnya mahasiswa Universitas Semarang (USM) Defa Rasya Octaviano (DRO), 18.

Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Prata mengatakan jika pihaknya saat ini masih menunggu perkembangan kasus dari pihak Polrestabes Semarang. Jika memang terbukti bahwa MNS dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya, maka MNS terancam sanksi berat. Hukuman maksimal dari kampus adalah drop out (DO).

“Universitas akan mengadakan sidang etika kemahasiswaan untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika terbukti, tentunya akan diambil langkah tegas yakni DO,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menegaskan bahwa pihak universitas sangat menyesalkan peristiwa tersebut, jika dugaan tersebut benar-benar terjadi. “Usia-usia mahasiswa, memang sangat rentan mengambil keputusan yang salah saat mendapatkan permasalahan yang berisiko mendapat tekanan sosial besar,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons, ahli pendidikan konseling Unnes menyampaikan bahwa kesalahan remaja seperti kehamilan di luar nikah dapat dicegah jika mahasiswa dan orang tua memahami pentingnya bimbingan konseling dan penanaman nilai agama sejak dini.

“Demikian juga jika seorang remaja sudah terlanjur hamil di luar nikah maka harus ada pembimbingan atau konseling yang mengarahkan agar dia tidak mengambil langkah yang lebih salah, sehingga berujung pada perbuatan melanggar hukum,” tambahnya.

Sementara itu, pihak USM sampai malam kemarin belum bisa dimintai keterangan terkait salah satu mahasiswanya yang diduga menjadi pelaku pengguguran dan pembunuhan bayi. (den/ida)