Tidak Ada Lagi WC Terpanjang di Semarang

269
PENGUKUHAN : Pengurus DPC IKA Undip Kota Semarang saat dilantik di Gedung Moch Ichsan Lantai 8, Balai Kota Semarang, Sabtu (1/9). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGUKUHAN : Pengurus DPC IKA Undip Kota Semarang saat dilantik di Gedung Moch Ichsan Lantai 8, Balai Kota Semarang, Sabtu (1/9). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA-Undip) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Semarang. Penunjukan Hendi, sapaan akrabnya, diumumkan dalam pelantikan pengurus IKA Undip DPC Kota Semarang di Gedung Moch Ichsan Lantai 8, Balai Kota Semarang, Sabtu (1/9).

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Alumni (IKA) Undip Ahmad Muqowwam mengimbau agar IKA Undip Semarang dapat bersinergi dengan baik bersama Pemerintah Kota Semarang. Salah satu yang disorotnya adalah soal sistem drainase, banjir dan rob agar bisa teratasi. “Saya kira yang menjadi persoalan di Kota Semarang sejak dulu adalah drainasenya, dimana kita punya WC terpanjang di dunia yang ditinggalkan oleh Belanda. Mulai dari Mugas ke Barat sampai di depan gereja (Katedral) itu di bawahnya, tiga sampai lima meter ada WC terpanjang di dunia itu,” ujar Muqowwam dalam sambutannya.

Menurutnya, sungai-sungai yang merupakan sistem drainase dari peninggalan Belanda harus dikelola secara baik. Sehingga tidak ada lagi, warga Kota Semarang yang buang air besar sembarangan di sepanjang sungai.

“Saya kira Pak Roy Van De Kraft, seseorang yang secara khusus dari Belanda supaya dapat membagikan segala pikiran pengetahuannya di sini. Saya kira Mas Hendi siap melaksanakan itu dengan baik,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini.

Menanggapi hal tersebut, Hendi mengatakan, saat ini Semarang sudah tidak memiliki WC terpanjang di dunia. Pasalnya, dalam masa pemerintahannya, sungai-sungai kumuh telah dibenahi dan dipercantik.

“Hari ini sungai-sungai saya buka mas. Meh ndodok piye carane, kisinan orak ono sing nutupi (Mau jongkok bagaimana caranya karena tidak ada penutupnya, red). Itu sebagai sebuah strategi kita buat hari ini, kali ini menjadi wilayah depanya warga,” ungkap Hendi dalam acara pelantikan sekaligus Seminar Mengatasi Rob dan Banjir itu.

Salah satu contohnya, lanjut Hendi, kawasan sungai permukiman Kalisari yang dekat dengan kawasan pasar kembang. Saat ini kawasan yang terkenal dengan sebutan Kampung Pelangi itu menjadi viral di sosial media menjadi objek wisata. Bahkan sungai yang terletak antara pasar dan Kampung Pelangi bisa dipakai untuk aktifitas masyarakat.

“Bisa dipakai untuk pemancingan, untuk wisata. Jadi kalau ada yang nekat ndodok (jongkok) di situ, saya rasa itu bunuh diri, karena pasti difoto, di-posting di instagram,” seloroh politisi PDI Perjuangan ini disambut tawa.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi berpesan kepada pengurus IKA Undip DPC Kota Semarang untuk bersama-sama mewujudkan Semarang lebih baik dan hebat. Pasalnya, pembangunan Kota Semarang membutuhkan banyak tangan dan keberadaan organisasi ini diharapkan memberikan kontribusi yang riil. (tsa/ton)