Sulap Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Ekonomis

Tim KKN Unnes Kembangkan Energi Terbarukan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Keilmuan Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil membuat temuan yang membanggakan di sektor pertanian. Mereka berinovasi dan mengembangkan energi terbarukan dari limbah jagung yang ada di Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Demak.

MIFTAHUL A’LA

MAYORITAS petani di Jawa Tengah termasuk Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak masih menggunakan peralatan sederhana dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu produksi pertanian yang masih menjadi unggulan adalah menanam jagung. Tetapi sayang, karena peralatan sederhana setiap panen, hanya jagung saya yang bisa dimanfaatkan. Sementara bonggol jagungnya, hanya menjadi sampah yang tidak bermanfaat.

Melihat kondisi itu, jelas menjadi keprihatinan semua pihak. Terutama akademisi yang ada di Jateng. Terlebih di Desa Sumberejo, hasil sekali panen jagung bisa mencapai 450 ton. Jumlah itu berasal dari 300 hektare dari total 400 hektare lahan pertanian desa setempat.

Dengan melimpahnya hasil panen jagung tersebut, memproduksi bonggol jagung yang tak kalah banyak. Namun belum dimanfaatkan dengan baik. Selama ini, pemanfaatan limbah jagung hanya berkisar sebagai bahan bakar pengasapan ikan asin, namun dalam bentuk bonggol yang utuh dan langsung dibakar. Bahkan mayoritas warga membuang atau membakar bonggol jagung begitu saja. “Dari situlah kami terinspirasi dan mengajak semua berinovasi. Bagaimana agar limbah bonggol jagung bisa dimanfaatkan lebih baik dan bernilai ekonomis,” kata dosen pembimbing dari Jurusan Fisika Unnes, Dr Masturi MSi.

Akhirnya, tim KKN Keilmuan dengan judul kegiatan PKM Kelompok Tani Jagung langusng terjun ke Desa Sumberejo, Mranggen, Demak pada Mei-Juli 2018. “Kegiatan ini merupakan program kemitraan masyarakat yang didanai oleh Menristek Dikti dan memang diterjunkan langsung ke masyarakat,” ucapnya.

Ia pun bersama tim KKN langsung berinovasi dan mengembangkan energi terbarukan dari limbah jagung di Desa Sumberejo tersebut. Tim KKN Keilmuan Unnes bersama dosen pendamping mengadakan sosialisasi terkait pembuatan briket bonggol jagung Desa Sumberejo.

Gayung bersambut, sosialisasi tersebut mendapatkan respon positif warga Sumberejo. Mereka pun mempunyai tekad mengubah limbah menjadi briket. Tentunya, hal itu bisa menaikkan perekonomian dengan mengolah kearifan lokal yang ada pada masyarakat Desa Sumberejo yang didominasi oleh petani jagung. “Maka terciptalah briket bonggol jagung untuk menanggulangi melimpahnya limbah bonggol jagung,” beber Masturi.

Kepala Desa Sumberejo, Supriyadi menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi alat untuk keberlanjutan program ini. Apalagi warganya kini memiliki tekad kuat untuk mengubah limbah bonggol jagung menjadi briket. “Saya juga sangat berterima kasih kepada Tim KKN Keilmuan Unnes yang bersedia membantu mengubah limbah bonggol menjadi briket,” tuturnya. (*)

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Ahmad Kozin Resmi Gantikan Nurbalistik

KAJEN–Kekosongan jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, setelah pengunduran diri Nurbalistik, akhirnya terisi. Ahmad Kozin adalah nama yang mengisi jajaran wakil ketua DPRD...

Tren Hijab

RADARSEMARANG.COM - Pengunjung sedang memilih busana muslim di butik Madina Collection, Bulusan Tembalang, Kota Semarang, Selasa (22/5). Tren busana muslim yang dikenakan saat acara...

DPD Bantu Tindaklanjuti Temuan BPK

SEMARANG - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI siap membantu pemerintah daerah dalam akuntabilitas publik laporan administrasi keuangan. Karenanya, Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI...

Didominasi Pelanggaran SIM dan STNK

PEKALONGAN–Sebanyak 75 pelanggar lalulintas terjaring dalam Operasi Simpatik Candi 2015 Gabungan yang melibatkan 52 personel, di Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (14/4) kemarin. Sebanyak 48...

More Articles Like This

- Advertisement -