Sulap Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Ekonomis

Tim KKN Unnes Kembangkan Energi Terbarukan

446
INOVATIF : Tim KKN Keilmuan Unnes berhasil menyulap bonggol jagung menjadi briket. (ISTIMEWA)
INOVATIF : Tim KKN Keilmuan Unnes berhasil menyulap bonggol jagung menjadi briket. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Keilmuan Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil membuat temuan yang membanggakan di sektor pertanian. Mereka berinovasi dan mengembangkan energi terbarukan dari limbah jagung yang ada di Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Demak.

MIFTAHUL A’LA

MAYORITAS petani di Jawa Tengah termasuk Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak masih menggunakan peralatan sederhana dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu produksi pertanian yang masih menjadi unggulan adalah menanam jagung. Tetapi sayang, karena peralatan sederhana setiap panen, hanya jagung saya yang bisa dimanfaatkan. Sementara bonggol jagungnya, hanya menjadi sampah yang tidak bermanfaat.

Melihat kondisi itu, jelas menjadi keprihatinan semua pihak. Terutama akademisi yang ada di Jateng. Terlebih di Desa Sumberejo, hasil sekali panen jagung bisa mencapai 450 ton. Jumlah itu berasal dari 300 hektare dari total 400 hektare lahan pertanian desa setempat.

Dengan melimpahnya hasil panen jagung tersebut, memproduksi bonggol jagung yang tak kalah banyak. Namun belum dimanfaatkan dengan baik. Selama ini, pemanfaatan limbah jagung hanya berkisar sebagai bahan bakar pengasapan ikan asin, namun dalam bentuk bonggol yang utuh dan langsung dibakar. Bahkan mayoritas warga membuang atau membakar bonggol jagung begitu saja. “Dari situlah kami terinspirasi dan mengajak semua berinovasi. Bagaimana agar limbah bonggol jagung bisa dimanfaatkan lebih baik dan bernilai ekonomis,” kata dosen pembimbing dari Jurusan Fisika Unnes, Dr Masturi MSi.

Akhirnya, tim KKN Keilmuan dengan judul kegiatan PKM Kelompok Tani Jagung langusng terjun ke Desa Sumberejo, Mranggen, Demak pada Mei-Juli 2018. “Kegiatan ini merupakan program kemitraan masyarakat yang didanai oleh Menristek Dikti dan memang diterjunkan langsung ke masyarakat,” ucapnya.

Ia pun bersama tim KKN langsung berinovasi dan mengembangkan energi terbarukan dari limbah jagung di Desa Sumberejo tersebut. Tim KKN Keilmuan Unnes bersama dosen pendamping mengadakan sosialisasi terkait pembuatan briket bonggol jagung Desa Sumberejo.

Gayung bersambut, sosialisasi tersebut mendapatkan respon positif warga Sumberejo. Mereka pun mempunyai tekad mengubah limbah menjadi briket. Tentunya, hal itu bisa menaikkan perekonomian dengan mengolah kearifan lokal yang ada pada masyarakat Desa Sumberejo yang didominasi oleh petani jagung. “Maka terciptalah briket bonggol jagung untuk menanggulangi melimpahnya limbah bonggol jagung,” beber Masturi.

Kepala Desa Sumberejo, Supriyadi menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi alat untuk keberlanjutan program ini. Apalagi warganya kini memiliki tekad kuat untuk mengubah limbah bonggol jagung menjadi briket. “Saya juga sangat berterima kasih kepada Tim KKN Keilmuan Unnes yang bersedia membantu mengubah limbah bonggol menjadi briket,” tuturnya. (*)