Sebulan, Terjadi 23 Kasus Kebakaran

147
PEMADAMAN : Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan si jago merah yang melalap lahan tebu di Desa Bacin, Bae, Kudus. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)
PEMADAMAN : Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan si jago merah yang melalap lahan tebu di Desa Bacin, Bae, Kudus. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, KUDUSSelama Agustus, sebanyak 23 peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Kudus. Jumlah itu didominasi kasus kebakaran lahan tebu dengan luasan lahan yang terbakar mencapai 10 hektare.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran Bimo Aryo Tejo mengatakan, Agustus merupakan musim kemarau. Banyak peristiwa kebakaran yang terjadi.

”Di bulan Agustus sedikitnya ada 23 kasus kebakaran. Dari jumlah itu 13 di antaranya merupakan kebakaran lahan tebu dengan total luasan lahan terbakar mencapai 10 hektare,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sementara sisanya 10 kejadian yakni kebakaran pada pemukiman, gudang, dan kandang. Sedangkan wilayah lahan terbakar paling banyak terjadi di Kecamatan Dawe dan Gebog. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Beruntung, kejadian-kejadian tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa. ”Kebakaran lahan yang mendominasi disebabkan cuaca panas pada puncak kemarau dan human error. Seperti sengaja membakar slamper tebu yang tidak diawasi maupun membuang puntung rokok sembarangan,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, kalau kebakaran di pemukiman penduduk, biasanya karena korsleting listrik. Tahun ini, kebakaran lebih banyak. Belum genap satu tahun sudah ada 56 kejadian. Sedangkan data kebakaran selama 2017 hanya terjadi 40 kasus. (ruq/aji)