Reaktivasi Terkendala Review DED

Jalur Kereta Api Kedungjati - Tuntang

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pemerintah untuk melanjutkan proyek reaktivasi jalur kereta api (KA) Kedungjati-Tuntang sampai saat ini belum bisa dilaksanakan. Proyek tersebut tersendat karena adanya peninjauan ulang detail engineering design (DED) yang dilakukan Kementerian Perhubungan.

Kepala Seksi Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng, Fajar Ahmad menjelaskan, proyek jalur rel sejauh 30 kilometer ini terhenti sejak 2015. “Saat ini belum bisa dilanjutkan, walaupun sudah dibangun, karena review DED. Sehingga masih butuh waktu untuk penyelesaian,” katanya Sabtu (1/9).

Menurutnya, proses peninjauan ulang DED dilakukan Kementerian Perhubungan lantaran menemukan sejumlah kendala di lapangan. Seperti kontur tanah yang tidak rata. “Bantalan relnya sudah ada, Tuntang-Ambarawa sudah ada (relnya), tinggal melanjutkan. Tapi Bedono belum nyambung. Setelah review ini pembangunannya dilanjutkan,” jelasnya.

Proyek reaktivasi ini rencananya akan tersambung sampai Bedono. Jalur tersebut akan menjadi penghubung lintasan jalur KA antara Ambarawa, Jogjakarta, dan Magelang. Jalur ini menjadi prioritas lantaran masuk dalam akses Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). “Daerah ini memang mejadi prioritas KSPN, selain ada jalur tol juga ada jalur kereta,” tambahnya.

Untuk wilayah Magelang, rencananya jalur KA dari Borobudur akan terkoneksi sampai bandara baru Kulon Progo. “Semua sudah masuk semua dalam rencana, tinggal nanti kebutuhan anggaran, prioritas itu yang menjadi pertimbangan waktu,” jelasnya.

Pakar transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mendorong agar tahun depan proyek reaktivasi bisa dilanjutkan dan review DED bisa cepat selesai. Ia memprediksi pada 2019, minimal 50 persen reaktivasi jalur bisa terlaksana. “Ini ada beberapa titik yang memang perlu direvisi,” katanya.

Terkait masalah kontur tanah, lanjut Djoko, bisa diambil jalan keluar menggunakan lokomotif baru. Pasalnya jalur tersebut memang banyak tanjakan curam, jika menggunakan lokomotif lama dikhawatirkan tidak kuat menanjak. “Setelah sudah terkoneksi tinggal memikirkan jalur dari Magelang ke Jogjakarta agar bisa terkoneksi semua dan mengurangi beban jalan,” tambahnya. (den/ton)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -