Menelisik Kisah Para Polwan di Jawa Tengah

Rela Nyamar Jadi PSK

290
Kompol Rochana Sulistyaningrum - Kapolsek Gajahmungkur (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kompol Rochana Sulistyaningrum - Kapolsek Gajahmungkur (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Keberadaan polwan bukan hanya sebagai pelengkap. Sebagaimana dikemukakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di dalam tubuh Polri, Polwan menjadi kekuatan utama yang tidak berbeda dengan Polri. Tapi bagaimana kisah para Polwan yang telah memasuki usia ke-70 pada Sabtu (1/9) kemarin.

PRESTASI para Polwan tidak perlu diragukan lagi. Banyak Polwan sukses menunjukkan kebolehannya dalam menjalankan misi. Seperti yang pernah dilakukan Kapolsek Gajahmungkur, Semarang, Kompol Rochana Sulistyaningrum.

Demi membongkar sebuah kasus, secara pribadi ia turun langsung ke lapangan. Tak tanggung-tanggung, saat itu ia harus menyaru sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Hal ini dilakukan saat polisi wanita yang akrab disapa Sulis ini masih menjabat sebagai Kapolsek Wedarijaksa, Pati. Seorang kapolsek yang nyamar jadi PSK. Itulah yang ramai diperbincangkan di media massa kala itu.

Sulis berkisah, saat itu ia mendapat laporan dari masyarakat mengenai keberadaan tempat prostitusi berkedok warung kopi (Warkop). Keberadaan warkop ini membuat warga sekitar menjadi resah. ”Karena meresahkan, kami harus segera bertindak. Dan memang harus turun ke lapangan secara langsung,” ujar ibu dua anak ini.

Penyamaran dilakukan bersama satu anak buahnya yang juga Polwan. Mereka berdua mencoba membongkar warung kopi esek-esek ini dengan berpura-pura mencari pekerjaan. Kompak, mereka datang dan mengaku sebagai seorang janda yang harus bekerja menghidupi anak dan orangtuanya. Dan mucikari itu pun yakin.

”Saat itu, karena usia, oleh sang mucikari, katanya saya akan dicarikan brondong. Dia menganggap kalau brondong kan tidak punya uang. Katanya, yang penting saya bisa pulang bawa uang,” ujarnya menceritakan.

Mengenai keselamatan, ia mengaku tidak terlalu khawatir. Karena sebelumnya, ia sudah melakukan pemantauan di lokasi tersebut. Ditambah lagi, ia memang yakin bahwa misi yang diembannya akan berhasil.

Hanya saja, ia sempat khawatir penyamarannya terbongkar karena ternyata sang mucikari adalah biduan dangdut setempat yang sempat bertegur sapa dengannya saat ia sedang dalam tugas pengamanan. ”Bersyukur, penyamaran tidak diketahui dan akhirnya keesokan harinya kami melakukan penggerebekan. Kami berhasil membongkar kasus tersebut,” ujarnya.

Ide penyamaran ini, ia akui datang secara spontan. Ketika mendapat aduan, ia hanya berpikir bagaimana caranya ia bisa mengatasinya. ”Semata-mata hanya ingin melayani masyarakat,” kata dia.

Sulis menganggap, terjun langsung ke masyarkat menjadi hal yang sangat penting untuk mengetahui kondisi masyarakat. Padahal, sebenarnya kalau mau, ia bisa memerintahkan anak buah untuk melakukan penyelidikan dan menyampaikan laporan kepadanya.

”Bukan karena tidak percaya, tapi saya rasa saat itu memang perlu untuk terjun langsung. Awal tugas di sana, saya juga ditemani karena belum tahu medannya. Untuk yang ini, saya sudah melakukan pemantauan jauh-jauh hari,” bebernya sembari menceritakan bahwa keberhasilan mengungkap kasus ini pula yang mengantarkannya ke Polsek Gajahmungkur.

Ditanya apakah dia akan kembali melakukan penyamaran jika ada laporan di wilayahnya, Polsek Gajahmungkur, dengan ramah ia menjawab belum terpikirkan. ”Tergantung nanti inspirasi yang muncul apa,” ujar perempuan kelahiran tahun 1966 ini sembari tersenyum ramah.

Belum lama dinas di Semarang, Sulis juga didaulat menjadi 10 wanita hebat di Kota Semarang. Di hari Polwan yang jatuh pada 1 September kemarin, ia menyampaikan pesan kepada Polwan di seluruh Indonesia, khususnya Polwan muda untuk terus menjaga api semangat dalam melaksanakan tugas. Lebih lanjut, dalam menjalankan tugas harus disertai keikhlasan demi hasil yang lebih baik.

Ia juga meminta para Polwan untuk tidak minder dengan polisi laki-laki karena Polwan juga memiliki kelebihan. ”Tetap semangat, jangan minder. Bersama kita melayani masyarakat,” ujarnya. (sga/ida)