Mendidik dengan Baik

239
Oleh: Rohmutadi SPdI
Oleh: Rohmutadi SPdI

RADARSEMARANG.COM – Mahluk di dunia ini terbagi menjadi dua, yaitu mahluk hidup dan mahluk tidak hidup. Siswa adalah sebuah makhluk hidup yang karakternya tentu berbeda-beda karena berasal dari keluarga yang beragam, dari status sosial, kemampuan ekonomi serta kemampuan intelektual berbeda. Ada yangcerdas, ada yang nakal, ada yang kalem, dan ada yang suka jahil. Seorang guru, harus bisa mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan. Guru memiliki beberapa cara dalam menyampaikan materi kepada siswa.

Cara mendidik anak yang baik, benar, dan pintar tentunya menjadi sebuah tantangan bagi semua guru. Orang tua tentu ingin membesarkan anaknya dengan baik dan benar. Ini karena hal yang diajarkan kepada anak sejak dini akan melekat hingga mereka dewasa. Guru sebagai orang tua kedua juga harus seperti itu. Setiap guru tentu mempunyai cara mendidik yang berbeda terhadap siswanya.

Berikut tiga gaya pola guru di dalam mendidik. Pertama. Otoriter. Ini adalah gaya yang sangat ketat. Guru menetapkan aturan dengan harapan siswa dapat mengikuti aturan tersebut. Jika tidak mengikuti aturan, siswa biasanya akan mendapat hukuman. Guru yang mengikuti gaya ini biasanya tidak mau berdebat atau membicarakannya terlebih dahulu dengan si anak. Anak-anak akan ditarik dan mungkin tidak dapat berpikir untuk diri mereka sendiri. Karena mereka tidak pernah diberi kesempatan berbicara dan mengeluarkan pendapatnya sendiri.

Kedua, demokratis. Gaya pengasuhan seperti ini menetapkan aturan dan pedoman untuk siswa, tapi tidak otoriter. Guru harusnya jauh lebih terbuka untuk mendengarkan perkataan siswa dan memahami kebutuhan mereka. Jika melanggar aturan, siswa akan ditegur dengan cara halus dan tidak menggunakan kekerasan. Meski memantau dan mengawasi perilaku siswa, guru tidak akan ikut campur dalam kehidupan anak, misalnya ketika mencari teman. Guru baru akan ambil langkah jika merasa siswa dalam keadaan bahaya. Pola ini dianggap sebagai gaya bimbingan yang paling ideal dan paling umum dilakukan.

Ketiga, serba membolehkan. Siswa yang kita ajarkan dalam gaya permisif akan menunjukkan kecenderungan manja dan mengganggu. Siswa juga akan cenderung berperilaku buruk jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Karena guru dengan tipe seperti ini tidak menetapkan batasan atau peraturan. Meski ada peraturan, siswa biasanya akan melanggar. Jika ini menjadi gaya pola didik guru maka buatkan peraturan yang harus dipatuhi siswa dan jangan menyerah.

Guru sesekali bisa memberikan hadiah kepada siswa jika ia berperilaku baik. Hal ini bagus untuk masa depan siswa ketika menghadapi “dunia nyata” ketika tidak semua orang dapat memperlakukan dia seperti gurunya tersebut melebihi dari orang tua kandung sendiri. (kpig1)

 Guru MI Darussalam Juragan Kandeman Batang