Lebih Senang Sistem COD

251
Rizky Sandyningtyas Putri Karno (Dokumen Putri Karno)
Rizky Sandyningtyas Putri Karno (Dokumen Putri Karno)

RADARSEMARANG.COM – BELANJA online kian membudaya dengan segala kemudahannya. Hal ini membuat banyak orang berlomba-lomba memanfaatkan peluang untuk membuka bisnis yang memanfaatkan teknologi internet ini.

Seperti Rizky Sandyningtyas Putri Karno yang sejak 2015 membuka bisnis fashion online. Secara online, Putri –sapaan akrabnya- menjual berbagai macam produk, mulai hijab, baju hingga tas secara online.

Mulanya, Putri membuat jilbab handmade hanya untuk dipakai sendiri. Hingga banyak teman yang memesan hijab buatannya ketika melihat Putri memakai hijab buatannya ke kampus.

”Mulai dari teman-teman dekat. Dari mulut ke mulut. Sempat booming di fakultas saat itu,” tuturnya hingga akhirnya ia memasarkan produk-produknya via online dan memperluas segmentasinya.

Meskipun pembayaran saat ini dipermudah dengan sistem online, nyatanya perempuan kelahiran Semarang, 7 Desember 1994 ini lebih senang menjual produknya dengan cara COD atau bayar di tempat.

Sebab, dengan COD ia dapat membuat pelanggan merasa nyaman, karena percaya. Baik percaya dengan dirinya, maupun produk yang dia jual. Benar juga, dengan COD, pelanggannya bisa melihat secara langsung barang yang akan dibelinya.

”Penjual online sekarang banyak sekali. Jadi, yang bisa membedakan salah satunya ya itu, membuat pelanggan percaya dengan kita,” ujar Putri yang selalu konsen pada pelayanan ramah dan baik ke konsumenmya.

Dengan upaya memelihara kepercayaan konsumen, ia berhasil menjalankan bisnis online hingga saat ini. Bahkan, ia mampu menambah jenis produknya lewat kerjasama dengan brand fashion lokal. ”Hanya saja, dukanya adalah stok dari suplier yang nggak menentu. Sehingga sering juga nolak pesanan,” kata dia.

Tidak ada duka muncul tanpa adanya suka. Ia senang karena bisnisnya dapat berjalan sampai saat ini. Dengan sistem COD-nya, ia bisa lebih banyak memiliki kenalan. Ia juga merasa bisa melatih kesabaran ketika bertemu konsumen yang sedikit rewel. ”Suka duka pasti ada, dijalani saja,” kata penyuka semua jenis kuliner, kecuali pecel ini. (sga/ida)