Kunjungan Perpustakaan Tingkatkan Minat Baca Siswa

282
Oleh: Dra Jemiyem
Oleh: Dra Jemiyem

RADARSEMARANG.COM –  Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku maka kita akan mengetahui apa yang ada di dunia luas. Maka kita harus menumbuhkan minat membaca.

Minat membaca adalah sumber motivasi sangat kuat bagi seorang untuk menganalisa, mengingat dan mengevaluasi bacaan yang telah dibacanya. Siswa benar – benar kurang menyadari arti pentingnya membaca. Dengan membaca, kita mendapatkan informasi dan menambah wawasan yang luas. Tanpa adanya minat membaca, maka kita akan tertinggal dalam mendapatkan informasi. Setiap orang mempunyai kecenderungan untuk selalu ingin mempunyai pengetahuan luas.

Minat membaca adalah kemauan dan keinginan seseorang untuk mengenal huruf dan menangkap makna dari tulisan. Minat membaca merupakan kemampuan seseorang berkomunikasi dengan diri sendiri untuk menangkap makna yang terkandung dalam tulisan sehingga memberikan pengalaman.

Minat membaca buku di perpustakaan saat ini masih sangat rendah. Buku di perpustakaan dibiarkan menjamur dan dimakan rayap. Hal ini disebabkan sistem pembelajaran di Indonesia, belum banyak guru yang mengharuskan siswa membaca buku dengan mengambil sumber dari koleksi perpustakaan. Siswa belum mencari pengetahuan lebih banyak dari yang diajarkan di kelas. Dorongan dari para guru agar siswa membaca rutin di perpustakaan sekolah juga kurang.

Dampak kemajuan alat teknonologi canggih seperti handphone dan warnet turun merendahkan minat baca. Dengan mencari informasi melalui mesin pencari google, siswa merasa lebih mudah dan cepat daripada harus membaca buku yang memerlukan waktu cukup lama. Mereka menganggap bahwa membaca di perpustakaan memerlukan waktu yang cukup lama dan membosankan.

Sebagai contoh minat baca siswa yang rendah yaitu pernah terjadi di suatu sekolah ada seorang siswa kelas 8 mengerjakan soal ulangan kenaikan kelas. Pada pelajaran Bahasa Indonesia, banyak soal berupa cuplikan cerita pendek, fragmen drama dan memahami sebuah berita. Baru beberapa menit siswa tersebut membaca soal, tetapi tidak mau berkonsentrasi lagi. Bahkan justru tertidur, padahal soal belum selesai dikerjakan.

Pengawas ruang ulangan mendekati siswa tersebut. Siswa ditegurnya dan ditanya mengapa belum selesai malah tidur. Siswa menjawab malas karena banyak bacaan. Padahal waktu pengerjaan soal tinggal 5 menit lagi. Akhirnya soal tersebut dikerjakan tanpa dibaca lagi, asal memberi tanda silang. Tetapi soal cerpen dan berita tidak dikerjakan alias dikosongkan begitu saja.

Setelah selesai ulangan, siswa yang bersangkutan dipanggil oleh guru Bahasa Indonesia ke kantor dan ditanya mengapa bisa seperti itu. Siswa jujur menjawab kalau tidak suka dengan soal cerita bacaan panjang karena bosan dan malas. Ia suka bacaan singkat. Bacaan yang panjang membuat ia semakin tidak paham.

Ada beberapa cara untuk menumbuhkan minat baca siswa. Pertama, perpustakaan menyediakan beberapa jenis buku, baik buku fiksi maupun nonfiksi dan selalu mengikuti perkembangan buku. Buku koleksi perpustakaan jangan itu terus dari tahun ke tahun. Buku hendaknya berkualitas dan berasal dari penerbit terkenal. Kedua, mengalokasikan waktu khusus untuk membaca. Ketiga, memanfaatkan waktu luang. Keempat, memilih buku populer yang disukai. Kelima, memberikan tugas berkaitan dengan buku perpustakaan sehingga siswa merasa harus mau membacanya. Siswa seminggu sekali harus membaca buku dan membuat laporan buku yang dibaca.

Seorang pelajar hendaknya menyempatkan waktunya untuk membaca. Siswa harus membudayakan gemar membaca di perpustakaan supaya menambah wawasan. Karena perpustakaan adalah sumber segala ilmu dan tidak membutuhkan biaya banyak. (kpig2)

Guru Bahasa Indonesia MTs Al Hikmah Bandar