Jago Taekwondo yang Senang Menari

127
Bripda Aisyah Sekar Ayuningrum (DOK PRIBADI)
Bripda Aisyah Sekar Ayuningrum (DOK PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – Bripda Aisyah Sekar Ayuningrum merupakan salah satu Polwan Polda Jateng yang murah senyum. Namun di balik penampilan perempuan 19 tahun ini, ia seorang atlet beladiri taekwondo yang memilki segudang prestasi nasional.

Polwan yang bertugas di Humas Polda Jateng ini mengaku mengenal bela diri sejak kecil, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di tempat kelahirannya, Magelang. Semua berawal dari kakak kandungnya, Rahadika yang aktif mengkuti turnamen taekwondo.

“Melihat kakak saya sering ikut lomba taekwondo, di rumah juga banyak piala. Akhirnya saya tertarik, dan kelas 6 SD saya ikut latihan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pertama kali latihan, ternyata Sekar ketagihan. Ia terus aktif latihan. Setelah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Magelang, ia mulai aktif mengikuti turnamen taekwondo.

“Ketika masih SD belum ikut lomba, pas SMP sudah ikut lomba. Pertama kali Popda tahun 2012 di Kota Magelang Kemudian maju ke tingkat (eks Karesidenan) Kedu,” jelasnya.

Dan ketika melanjutkan di SMAN 5 Magelang, ia telah menyandang sabuk hitam.”Dulu setiap satu minggu, latihan empat kali. Kalau mau ada pertandingan ditambah hari Sabtu sama Minggu, biasanya sore hari,” kata perempuan kelahiran 21 Juni 1999 ini.

Kejuaraan yang pernah diikuti Sekar di antaranya Bupati Cup tingkat Nasional di Kabupaten Semarang pada 2016. Ia berhasil mendapat juara tiga. Pada 2015 di turnamen yang sama, ia meraih juara pertama. Bahan juga menggondol predikat best player fighter dan best of the best player. Pada tahun yang sama, Sekar juga menyabet juara 1 Internasional Cup Eagle Spirit di UPN Veteran Jogjakarta.

Prestasi-prestasi ini diperoleh tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sekar juga mengakui, olahraga beladiri yang digelutinya sangat keras. Tak jarang ia harus menahan rasa sakit saat bertanding maupun berlatih. Meski demikian, ia tetap semangat lantaran mendapat dukungan dari orangtua. “Pernah muka sampai biru-biru, kaki terkilir, bengkak di bagian engkel,” bebernya.

Sekar memang masih baru di dunia kepolisian. Ia baru lulus Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Jakarta Selatan pada Maret 2018 lalu. Dan mulai April, Sekar ditempatkan di Bamin Bidhumas Polda Jateng.

Rupanya, selain jago taekwondo, Sekar juga piawai dalam menari. Ia pernah bergabung pada grup tari Jawa, Art Class. Perempuan yang pernah menjadi Ketua OSIS SMPN 11 Magelang ini memang suka menari seja kecil. Bahkan pada 2016, Sekar menjadi juara 3 Duta Wisata Kota Magelang. (mha/ton)