Gaya Fashion Era 50-an Hadir Lebih Playfull di Tangan Fetty Rusli

354

JawaPos.com – Mengajak bernostalgia dengan gaya street style era 50-an, desainer Fetty Rusli menghadirkan koleksi terbarunya lewat tema ‘Crossing’. Setidaknya terdapat 53 rancangan busana terbaru yang berhasil ia tampilkan pada gelaran show tunggal di Ballroom Hotel Shangri-la Jakarta, Rabu (29/8).

Kali ini, desainer asal Jakarta itu terinspirasi dari aktivitas orang-orang di persimpangan jalan pada era tahun 50-an. Ketika saat itu para perempuan yang sibuk lalu lalang memiliki gaya fashion yang terbilang unik. Garis-garis hitam dan putih yang melintasi ruas-ruas jalan menjadi salah satu inspirasi Fetty dalam koleksinya kali ini.

“Momen lalu lalang penyebarangan jalan di Eropa di tahun itu menurut saya unik. Saya menjadikan penyeberangan tersebut seolah-olah adalah runaway bagi para pejalan kaki untuk menampilkan fashion statement mereka masing-masing ketika berlalu lalang (street fashion),” ujar Fetty saat konferensi press di Jakarta, Rabu (29/8).

desainer fetty rusli, fashion show fetty rusli,
Koleksi Fetty Rusli ‘Crossing’. (Dok. Fetty Rusli)

Tema busana avant-garde yang lekat di era tersebut, lantas ia tuangkan ke dalam rangkaian koleksi yang lebih playfull, mewah, elegan, serta flirty. Dominasi potongan rok pensil dan rok lebar menjadi highlight koleksinya kali, disamping gaun cocktail serta gaun pengantin yang dibalut nuansa feminin.

Gaya 50-an memang sangat erat dengan potongan yang membentuk lekuk pinggang. Oleh karenanya ia pun memadukan rok lebar dengan petticoat untuk mengangkat volumenya. Beberapa korset pun digunakan Fetty dalam beberapa gaun untuk tampilan seksi dan glamor.

“Salah satu ikon fashion favorit saya adalah Audrey Hepburn. Dia tuh sesuai dengan style-nya saya yang girly dan playfull. Kali ini saya mencoba untuk membuat siluet yang berbeda tapi tetep terlihat feminim,” tambah Fetty.

Demi mewujudkan pertunjukan yang tak biasa, Fetty membagi koleksi ke dalam 5 sequence. Masing-masing mencerminkan DNA-nya yang lebih playfull dan masa kini seperti penggunaan palet warna merah, hitam, biru kalem, krem dan putih gading (off-white).

Warna tersebut nampak harmonis berkat penggunaan bahan yang lebih flawy seperti tulle, organza, satin serta denim untuk kesan kasual. Demi menyuguhkan kesan modern, tak lupa Fetty juga menambahkan tubeless jumpsuit minimalis dengan celana berpotongan lurus.

Gaya 50-an tak afdol tanpa hadirnya aksen garis (stripes), motif kotak-kotak, serta printed polkadot. Aksen unik itu nampak selaras dengan aplikasi detail embroidery mewah, pleats yang klasik, serta teknik beading. Tak ketinggalan penggunaan aksesori, antara lain berupa sarung tangan, belt serta pita.

“Aksi street fashion yang modis namun praktis, ringan dan mudah dibawakan. Menurut saya high-fashion dengan nuansa vintage dapat dikemas lebih edgy dan masa kini,” tutupnya.

(fid/JPC)