Usulkan Rute Baru untuk Gaet Wisman

194

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pariwisata telah menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara setelah CPO. Laju pertumbuhan pertahunnya bahkan mencapai 22,4 persen, di mana sektor ini dapat menyumbang devisa sebesar Rp 203 triliun pada 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisi X DPR Mujib Rohmat di sela Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Pariwisata Dalam Rangka Kegiatan Tourism Integrated Masterplan di Hotel Dafam, Kamis (30/8). Mujib menyebut, tahun 2019 sudah ditetapkan target 20 juta wisman (wisatawan manca) dengan sumbangan devisa mencapai Rp 280 triliun.

Di sisi lain, Mujib juga membeberkan, Semarang yang masuk dalam jaringan Jogja-Solo (Joglo Semar), merupakan salah satu destinasi unggulan untuk menciptakan 10 Bali baru di Indonesia. Selain itu, ada fakta jika jamaah umrah banyak yang merupakan warga Jawa Tengah.

“Saya akan berbicara dengan maskapai Emirates agar bersedia membuka rute penerbangan langsung dari Semarang ke negara tujuan umrah karena banyak warga Jateng yang umrah,” terangnya.

Mujib menjelaskan, setiap tahun, sedikitnya ada 7 ribu warga Jateng melakukan ibadah umrah. Mujib meyakini, dengan keberadaan Bandara Ahmad Yani yang mumpuni, kerjasama akan terwujud.

Namun demikian, Mujib menegaskan perlunya partisipasi dari pelaku usaha pariwisata di Semarang dan Jateng mulai membuka paket-paket wisata agar turis dari Arab dan sekitarnya bisa datang ke sini. Diakui, keberadaan destinasi wisata religi, memiliki daya pikat yang sempurna.

“Kita punya MAJT dan destinasi wisata halal, selain itu keberadaan Borobudur juga mampu menjadi daya tarik mereka untuk datang ke Jateng,” tandasnya.

Sementara, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kemenpar RI Indra Ni Tua dalam kesempatan tersebut mengatakan, di tahun 2014, sektor pariwisata hanya mampu menjadi penyumbang terbesar keempat negara.

Seiring berjalannya waktu, sektor pariwisata terus menunjukkan tajinya hingga kini menduduki peringkat dua penyumbang devisa negara. Indra menyebutkan, pariwisata telah mampu menjadi penggerak ekonomi warga. Karenanya, pihaknya berharap Bimtek ini mampu melahirkan masterplan wisata yang saling terintegrasi.

“Jika masterplan pengembangannya sudah baik, nanti dari beberapa kementrian akan saling mengeroyok anggarannya tidak hanya dari Kemenpar. Misal untuk infrastruktur bisa ke Kemen PUPR dan sebagainya,” pungkasnya. (tsa/zal)