Serap Aspirasi, Kartika Blusukan Johar

114
BLUSUKAN : Artis sinetron dan film, Ajeng Kartika Ayuningtyas, bacaleg dari Partai NasDem Dapil I Jawa Tengah dengan nomor urut 4 ini menyapa pedagang di Pasar Johar darurat. (ISTIMEWA)
BLUSUKAN : Artis sinetron dan film, Ajeng Kartika Ayuningtyas, bacaleg dari Partai NasDem Dapil I Jawa Tengah dengan nomor urut 4 ini menyapa pedagang di Pasar Johar darurat. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kebanyakan pedagang Pasar Johar Darurat mengenali wajah artis sinetron dan film, Ajeng Kartika Ayuningtyas, lantaran peran tertindas di berbagai sinetron FTV. Ketika Kartika yang sekarang menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Dapil I Jawa Tengah dengan nomor urut 4 ini memasuki pasar, para pedagang bumbu dapur dan sayuran sempat tak percaya. Ternyata ada artis yang mau masuk pasar tradisional.

Begitu sadar ada artis, para pedagang langsung bersalaman dan berswafoto, sehingga pasar yang sebelumnya sepi berubah sedikit gaduh. “Bagaimana kondisi berdagang di pasar ini? Apakah ramai?” sapa Ajeng Kartika kepada Chayanah, 43, seorang pedagang bumbu dapur.

Tanpa ditanya lebih lanjut, Chayanah yang mewakili pedagang lain langsung berkeluh kesah. Dagangan sepi semenjak Pasar Johar terbakar 4 tahun lalu dan pindah ke pasar darurat. Apalagi masih ada pedagang lain yang menggelar dagangannya di jalan pasar lama, memperparah sepinya di pasar darurat. “Bapak ibu semua harap sedikit bersabar, Pasar Johar lana saat ini masih dalam pembangunan. Nanti setelah pasar jadi, tentu akan mendapatkan perhatian,” kata Kartika menenangkan.

Kartika sendiri tak merasa asing dengan pasar tradisional yang kumuh dan becek. Karena sewaktu kecil, dirinya kerap diajak neneknya ke pasar tradisional di Cikini Jakarta. “Kalau belanja, nenekku andalannya ke pasar tradisional,” katanya.

Menurutnya, pasar merupakan tempat berputarnya perekonomian suatu daerah. Tentunya, pemerintah tidak tinggal diam untuk tetap menghidupkan pasar, tidak hanya untuk pedagang dan pembeli, tetapi juga untuk ekonomi seluruh kehidupan kota ini.

“Saat ini mungkin masih sepi. Tapi saya percaya, para pedagang lebih kreatif dalam memasarkan barang. Tidak hanya menunggu pembeli datang, tetapi lebih memberi pelayanan melalui antar pesanan ke konsumen,” kata Kartika. (ida)