Perlu Dilakukan Revitalisasi BUMD

201
DISKUSI BUMD : Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi membuka FGD dengan tema Revitalisasi BUMD yang Mandiri dan Profitable di Syariah Hotel Surakarta, Selasa (28/8). (IST)
DISKUSI BUMD : Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi membuka FGD dengan tema Revitalisasi BUMD yang Mandiri dan Profitable di Syariah Hotel Surakarta, Selasa (28/8). (IST)

RADARSEMARANG.COM,SURAKARTA–Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perlu segera melakukan revitalisasi, baik melalui penyiapan regulasi berupa peraturan daerah (Perda) maupun peningkatan pengawasan. Harapannya, BUMD di Jateng bisa berjalan secara profesional dan menghasilkan keuntungan tanpa melupakan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Revitalisasi sangat perlu dilakukan terhadap BUMD Provinsi Jateng agar dapat mengetahui bagaimana kinerja BUMD seharusnya,” kata Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi saat membuka penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Revitalisasi BUMD yang Mandiri dan Profitable di Syariah Hotel Surakarta, Selasa (28/8). Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran Komisi C DPRD Jateng, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Direktur PT SPJT (Sarana Pembangunan Jawa Tengah), akademisi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Menurutnya, dalam tahapan revitalisasi, bisa dilakukan kajian yang lebih mendalam, sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akademis. Selain itu, perlu dibentuk tim khusus yang berasal dari tenaga pakar, intelektual dan profesional.

Sementara itu, untuk meningkatkan penerimaan pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, memang dapat dilakukan melalui penyertaan modal daerah kepada pihak ketiga, Badan Usaha Milik Negara dan/atau BUMD. “Tapi, agar BUMD mampu memberikan tambahan pendapatan bagi APBD, maka badan usaha pelat merah itu harus dikelola secara profesional dan proporsional,” tandas politisi PDIP ini.

Sedangkan dalam rangka proporsionalitas pengelolaan BUMD, imbuhnya, perlu dibatasi jumlah maksimal harta kekayaan daerah yang dipisahkan ke dalam modal BUMD. Profesionalitas BUMD diwujudkan dengan menjalankan good corporate governance (GCG). Hal itu dapat tercapai apabila direksi sebagai pengelola BUMD benar-benar berkualitas. “Hal yang dimaksud yaitu melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada seluruh calon anggota direksi oleh sebuah tim yang dapat memberikan penilaian secara objektif,” katanya. (*/bis/ida)