Penegakan Hukum Tergantung Kadar Integritas

137
KULIAH UMUM : Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum dalam Stadium General, di aula utama kampus tiga UIN Walisongo, Kamis (30/8). (HUMAS UIN WALISONGO)
KULIAH UMUM : Rektor Undip, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum dalam Stadium General, di aula utama kampus tiga UIN Walisongo, Kamis (30/8). (HUMAS UIN WALISONGO)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo diminta tidak kendor semangatnya dalam bersaing dengan lulusan hukum universitas umum. Sebab, nilai-nilai keislaman bisa menjadi ciri khas dan pedoman agar bisa menegakkan hukum sesuai aturan.

“Yang penting adalah kemampuan kita, berkomunikasi dan membangun skill entrepreneurship. Harus ada keunggulan dibanding orang lain. Kalau mereka A, kita harus A dan B. Kalau mereka A dan B, kita harus ABC. Kalau begitu, dari manapun dia berasal ya tidak masalah,” kata Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum dalam Stadium General yang mengusung tema Tantangan Penegakan Hukum di Era Milenial untuk Penguatan NKRI, di aula utama kampus tiga UIN Walisongo, Kamis (30/8).

Acara tersebut dihadiri empat ribu lebih mahasiswa baru dari Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan Fakultas Sains dan Teknologi.

Menurut Prof Yos, integritas adalah hal terpenting dalam penegakan hukum. Dicontohkan, hukum di Indonesia tentang perzinaan, salah satu kasus yang populer, namun penegakannya berbeda dengan hukum Islam. Ia juga menyayangkan adanya para koruptor yang tetap tersenyum di depan kamera.

“Masalahnya bukan di aturannya, tapi pada orang yang seharusnya menegakkan hukum. Orang-orang (para pejabat dan penegak hukum) harus memiliki integritas tinggi. Niatnya kuat dan pengetahuan luas. Tanpa adanya integritas, tidak akan ada yang namanya keadilan,” ungkap Prof Yos.

Kendati begitu, kata Prof Yos, hukum di Indonesia terbilang sudah transparansi. Pihak-pihak penyidik bisa mendapatkan barang bukti dan para tersangka mendapat hukuman yang semestinya. “Makanya sekarang ini muncul kasus-kasus besar seperti korupsi miliaran rupiah dan vonis hukuman yang setimpal,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Muhibbin mendorong mahasiswa agar bersemangat dan termotivasi menjadi yang terbaik. “Terkait penegakan NKRI, mahasiswa telah dibekali kurikulum berbasis Islam. Karena itu, tidak cenderung pada satu madzhab dan bukan Islam radikal,” ujarnya. Acara kuliah ini akan dilanjutkan hari ini Jumat (31/8) dengan menghadirkan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Fathur Rochman M.Hum, bertemakan Pendidikan Tinggi di Era Disrupsi untuk Penguatan NKRI. (mg10/mg13/mg14/ida)