Mendidik Tidak Hanya Transfer Pengetahuan

270
SEMINAR: para guru yang tergabung dalam JSIT saat mengikut Seminar Bahkti JSIT Untuk Negeri di Hotel Sae Inn Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR: para guru yang tergabung dalam JSIT saat mengikut Seminar Bahkti JSIT Untuk Negeri di Hotel Sae Inn Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Mengajar anak didik di sekolah sudah sedianya dilakukan dengan cinta dan kasih sayang. Sebab pendidikan tidak hanya transfer pengetahuan saja, tapi bagaimana menanamkan karakter atau etika pada diri siswa.

Demikian dikatakan motivator dan psikolog anak Suwarsi pada seminar bertajuk Bhakti JSIT Untuk Negeri yang digelar di Ruang Mahogani, Hotel Sae Inn Kendal, Kamis (30/8). Seminar digelar oleh Jaringan Sekolah Isalam Terpadu (JSIT) Kendal.

Menurutnya, karakter tidak bisa diajarkan melalui  pelajaran saja. Melainkan dengan tauladan dari guru secara perlahan dan dengan kasih sayang. “Sehingga siswa tidak hanya pandai saja tapi memiliki sikap kejujuran, tanggungjawab, sportif, saling menghormati dan menghargai, patuh dan taat orang tua serta lainnya. Karakter itu tidak bisa diajarkan kecuali guru mengajarkannya dengan ketulusan,” katanya.

Tanggung jawab seorang pendidik diakuinya sangatlah berat, bahkan berbanding berbalik dengan upah yang diterima guru. “Namun itulah konsekuensi yang harus diterima oleh pendidik. Mereka harus mengajar siswa dengan senang hati,” tandasnya.

Menurutnya, penyebab kenakalan siswa ataupun remaja adalah karena lelah, stres, marah. Sehingga dalam belajar sebisa mungkin untuk guru membuat siswa merasa senang dan nyaman dalam belajar.

Hal senada dikatakan Waimin, Dewan Pembina JSIT Pusat. Ia menambahkan jika esensi pertama pendidikan adalah menyadarkan siswa sebagai mahluk Tuhan yang memiliki batasan dan harus beribadah kepada Tuhannya. Kedua, menjadi anak didik memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan luas untuk kemaslahatan umat. Ketiga yakni sebagai pemimpin yang harus merawat dan menjaga alam semesta.

“Makanya dalam pengajaran ilmu pengetahuan dan teknologi harus sejalan dengan penanaman nilai karakter. Sehingga anak didik nanti tidak ada yang menyalahgunakan ilmunya untuk kejahatan, seperti korupsi atau mencelakai dan membodohi orang lain,” tandasnya.

Ketua Panitia Seminar JSIT, Ahmad Syaifudin mengatakan seminar ini digelar untuk membangkitkan kembali nilai-nilai pendidikan kepada guru. “Yakni menyadarkan pentingnya pendidikan dan cara mendidik yang baik sesuai tuntutan Islam,” jelasnya.

Ia menambahkan Seminar digelar sebagai peringatan Hari Jadi (HUT) JSIT ke-15. Peserta Seminar adalah para guru-guru dari sekolah-sekolah di Kendal yang tergabung dalam JSIT. Selain kegiatan Seminar juga digelar Kewirausahaan bertajuk ‘Jago Jualan di Usia Muda’. Seminar tersebut digelar di SMP IT Robbani Kendal. (bud/bas)