JNE Perkuat Industri Kreatif

1245
TALKSHOW : Head of Marketing Communication JNE, Mayland Hendar Prasetyo saat talkshow interaktif bertema
TALKSHOW : Head of Marketing Communication JNE, Mayland Hendar Prasetyo saat talkshow interaktif bertema "Industri Kreatif di Era Digital" di Altitude Lounge, Hotel Aston Inn Pandanaran, Semarang, kemarin (29/8). (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Industri kreatif telah memberikan kontribusi pada perekonomian nasional sebesar 7 persen per tahun. Selain itu, turut menyerap tenaga kerja, meningkatkan jumlah perusahaan dan pasar ekspor. Karena itulah, JNE sebagai perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik yang telah berkiprah 28 tahun di Indonesia, mendukung potensi dan peluang industri kreatif.
Head of Marketing Communication JNE, Mayland Hendar Prasetyo, JNE dan UKM yang bergerak di bidang industri kreatif maupun lainnya, merupakan mitra. JNE concern dalam memberikan dukungan dengan semangat tagline Connecting Happiness. “Kami sangat consen sehingga JNE di Pamularsih memberikan ruang khusus untuk pameran bagi UKM di Semarang,” kata Prasetyo dalam talk show interaktif dengan tema Industri Kreatif di Era Digital di Altitude Lounge, Hotel Aston Inn Pandanaran, Semarang, kemarin (29/8).

Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Akumandiri Jawa Tengah periode 2015 – 2020, Madiyo Sriyanto menambahkan bahwa kawula muda dengan ide-ide kreatifnya harus bisa menghasilkan hal yang bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya tapi juga untuk masyarakat. “Apalagi zaman sekarang ini, mencari pekerjaan sangat sulit. Kendati sudah bergelar sarjana atau magister sekalipun,” katanya.

Demikian halnya dengan pemilik Identix Batik, Irma Susanti. Menurutnya, batik telah bertransformasi dalam berbagai bentuk produk yang mampu menyentuh beragam lapisan masyarakat di semua usia. Batik budaya asli Indonesia ini perlu dikembangkan, sehingga memerlukan kemauan bertransformasi dalam menghadapi tantangan dalam berbisnis. “Perkembangan dunia usaha di kalangan kaum muda, sudah ada pergeseran. Karena itu, anak-anak muda jangan hanya menjadi konsumen, tapi dituntut sebagai produsen,” katanya. (hid/ida)