33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Hidupkan Kembali Gringsing Carnival

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah vakum tidak menyelenggarakan karnaval hampir 25 tahun, warga Kecamatan Gringsing kembali menghidupkan tradisi yang sempat menjadi agenda tahunan, Rabu sore (29/3).

Camat Gringsing Rusmanto melalui Sekcam Purmono selaku ketua panitia mengatakan, karnaval tahun  ini mengambil tema Seni Budaya dan Kreativitas.

“Budaya dan kearifan lokal kami tonjolkan seperti batik Gringsing, tarian dan kesenian lain seperti barongan,” kata Purmono.

Kegiatan ini, didasari oleh kenangan masyarakan Kecamatan Gringsing yang rindu akan karnaval kolosal seperti berpuluh tahun silam. Rute yang diambil tetap seperti dulu yaitu dari Lapangan PTPN IX Siluwok Subah melalui jalan pantura dan menempuh jarak sekitar 3 kilometer.

Hanya saja finish tidak di lapangan Desa Gringsing tapi di lapangan Desa Kutosari, mengingat jalur pantura yang semakin padat. Untuk kemananan dan kenyamanan, panitia berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan menutup total jalur pantura yang dilalui peserta dan mengalihkan semua lalu lintas ke Jalan Lingkar Alas Roban baik yang dari barat maupun ke timur.

Koordinator lapangan Tri Laksito berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun yang akan datang sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan bangsa. “Terbukti pawai kali ini didukung penuh oleh pengusaha muda Imam Asyari, ke depan semoga banyak pengusaha muda yang turut andil,” harapnya.

Walaupun sebelumnya tiap-tiap desa sudah menyelenggaran karnaval sendiri tapi perhelatan ini tetap mengundang animo yang sangat luar biasa, baik dari peserta maupun penonton yang bersemangat di bawah terik matahari.

Demikian juga dengan instansi pemerintah, perusahaan maupun perorangan. Kreativitas peserta patut diacungi jempol. Jika di lain daerah banyak yang meminjam grup kesenian dari luar tapi di Gringsing Carnival murni dari masyarakat setempat

“Kerinduan yang terpendam puluhan tahun mendasari ini semua. Terbukti setiap desa mengirim kontingen dalam jumlah besar. Dan acara berjalan lancar dan sukses,” tegasnya. (han/sct/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rektor Harus Tanggung Jawab

”Sanksi yang diberikan tidak hanya kepada pelaku, pihak kampus juga harus tanggung jawab.” Muhammad Nasir, Menristek Dikti SEMARANG - Kasus kekerasan yang masih terus terjadi...

Hujan Deras, Bupati Tetap Buka Raimuna

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Meski hujan deras menguyur Lapangan Winduaji, Desa Doro Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan, Asih Kholbihi, selaku Kamabicap Gerakan Pramuka tetap...

Senjata Api Ilegal Dikirim lewat JNE

SEMARANG – Diduga memperdagangkan senjata api ilegal, Ladius Yunianto alias Yoes, 41, warga Sendangguwo, Tembalang terpaksa harus berurusan dengan aparat Polrestabes Semarang. Pria yang...

Pilar Pasar Rejowinangun Dipercantik dengan Mural

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Beberapa komunitas seni di Magelang ikut berpartisipasi dalam aksi mural yang diselenggarakan oleh Forum Komunitas Seni Budaya Magelang (FKSM) di Pasar...

HARRIS Semarang Tanamkan Berbagi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Hotel HARRIS Semarang menyelenggarakan beragam kegiatan sosial selama Ramadan. Di antaranya, mengajak 15 anak yatim piatu dari Yayasan Darul Falah Al-Hasyimiyah dan 10...

Dari Penyiar Radio Jadi PR

RADARSEMARANG.COM - DUNIA public relation (PR) atau kehumasan sudah melekat erat dalam kehidupan Yunita Dian Maharyanti. Ia mengaku, meski terlihat asyik, ada banyak tantangan...