Hidupkan Kembali Gringsing Carnival

147
MERIAH : Salah satu penampilan peserta di Gringsing Carnival 2018. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MERIAH : Salah satu penampilan peserta di Gringsing Carnival 2018. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah vakum tidak menyelenggarakan karnaval hampir 25 tahun, warga Kecamatan Gringsing kembali menghidupkan tradisi yang sempat menjadi agenda tahunan, Rabu sore (29/3).

Camat Gringsing Rusmanto melalui Sekcam Purmono selaku ketua panitia mengatakan, karnaval tahun  ini mengambil tema Seni Budaya dan Kreativitas.

“Budaya dan kearifan lokal kami tonjolkan seperti batik Gringsing, tarian dan kesenian lain seperti barongan,” kata Purmono.

Kegiatan ini, didasari oleh kenangan masyarakan Kecamatan Gringsing yang rindu akan karnaval kolosal seperti berpuluh tahun silam. Rute yang diambil tetap seperti dulu yaitu dari Lapangan PTPN IX Siluwok Subah melalui jalan pantura dan menempuh jarak sekitar 3 kilometer.

Hanya saja finish tidak di lapangan Desa Gringsing tapi di lapangan Desa Kutosari, mengingat jalur pantura yang semakin padat. Untuk kemananan dan kenyamanan, panitia berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan menutup total jalur pantura yang dilalui peserta dan mengalihkan semua lalu lintas ke Jalan Lingkar Alas Roban baik yang dari barat maupun ke timur.

Koordinator lapangan Tri Laksito berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun yang akan datang sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan bangsa. “Terbukti pawai kali ini didukung penuh oleh pengusaha muda Imam Asyari, ke depan semoga banyak pengusaha muda yang turut andil,” harapnya.

Walaupun sebelumnya tiap-tiap desa sudah menyelenggaran karnaval sendiri tapi perhelatan ini tetap mengundang animo yang sangat luar biasa, baik dari peserta maupun penonton yang bersemangat di bawah terik matahari.

Demikian juga dengan instansi pemerintah, perusahaan maupun perorangan. Kreativitas peserta patut diacungi jempol. Jika di lain daerah banyak yang meminjam grup kesenian dari luar tapi di Gringsing Carnival murni dari masyarakat setempat

“Kerinduan yang terpendam puluhan tahun mendasari ini semua. Terbukti setiap desa mengirim kontingen dalam jumlah besar. Dan acara berjalan lancar dan sukses,” tegasnya. (han/sct/zal)