Dimaki, Pak RT Bunuh Tetangga

789
OLAH TKP : Petugas Reskrim Polres Wonosobo memeriksa lokasi penusukan yang terjadi di Dukuh Kersan Desa Bojosari, Kamis (31/8). (Sigit Rahmanto/ Radar Kedu)
OLAH TKP : Petugas Reskrim Polres Wonosobo memeriksa lokasi penusukan yang terjadi di Dukuh Kersan Desa Bojosari, Kamis (31/8). (Sigit Rahmanto/ Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Tak terima lantaran dimaki-maki, seorang ketua RT nekat menusuk seseorang hingga meninggal dunia. Peristiwa ini membuat geger warga Dukuh Kersan RT 03 RW 08 Desa Bojosari, Kecamatan Kertek, Rabu (29/8) malam.

Menurut Kasatreskrim Polres Wonosobo AKBP Heryanto, kasus ini bermula dari cekcok antara pelaku Dicki Aureskian dan korban Nipan. Malam itu, Nipan dan temannya yang bernama Giyanto menemui Ma’arif Hidayat di halaman rumah pelaku. Nipan dan Giyanto dalam kondisi setengah sadar karena mabuk.

“Mereka marah-marah dengan Ma’arif di depan rumah pelaku terkait soal hiburan yang tidak mendapatkan izin dari polisi,” katanya.

Kemudian karena situasinya semakin memanas, terjadilah perkelahian antara Giyanto dengan Ma’arif. Dicki yang saat itu baru saja pulang ke rumah melihat perkelahian yang sedang terjadi itu. Ia lantas mencoba melerai keduanya. “Tak jadi melerai, malah Giyanto yang saat itu memang sedang dalam kondisi mabuk ikut memarahi pelaku. Bahkan si Giyanto ini sempat memukul pelaku,” ungkapnya.

Dari kejadian pemukulan itu, pelaku langsung masuk ke dalam rumah. Akan tetapi Nipan dan Giyanto menyusul, bahkan sampai mendobrak pintu rumah pelaku.

Hal ini membuat pelaku semakin kalap dan masuk ke dalam garasi untuk mengambil senjata tajam. Dicki kemudian keluar rumah untuk menyusul dua orang yang sedang mabuk itu. Sempat terjadi perkelahian kembali antara korban dan pelaku. Hingga mereka terjatuh bersamaan. “Nah pada saat itu, pelaku bisa berdiri, namun korban tergeletak dengan bersimbah darah dan tak sadarkan diri,” jelas Heryanto.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh Giyanto. Tapi dalam perjalanan, Hipan menghembuskan nafas terakhir.

Sementara pelaku langsung pergi ke Kecamatan Mojotengah untuk menemui saudaranya dengan diantar oleh keponakanya. Pelaku kemudian menyerahkan diri. “Dari Kecamatan Mojotengah itu, pihak reskrim menjemput pelaku yang ditelepon langsung oleh saudaranya,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pelaku bisa dijerat pasal 480 subsider 338 KUHP. Dicki terancam hukuman 20 tahun penjara. (cr1/ton)