Dapat Innova, Disnakertrans Targetkan Paritrana 2018

253
HADIAH MOBIL : Sekda Jateng Sri Puryono dan Kepala Dinaskertrans Jateng, Wika Bintang, menerima hadiah Kijang Innova dari Deputi Direktur Wilayah Jateng BPJS TK, Moch Triyono atas juara I Paritrana Award 2017, Kamis (30/8) kemarin. (IDA NOR LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HADIAH MOBIL : Sekda Jateng Sri Puryono dan Kepala Dinaskertrans Jateng, Wika Bintang, menerima hadiah Kijang Innova dari Deputi Direktur Wilayah Jateng BPJS TK, Moch Triyono atas juara I Paritrana Award 2017, Kamis (30/8) kemarin. (IDA NOR LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kerja keras Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemprov Jateng dalam menyadarkan seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (TK), membuahkan hasil. Pemprov Jateng diganjar juara I  Paritrana Award Tahun 2017 kategori Pemerintah Provinsi.

Atas juara itu, mendapatkan hadiah 1 unit mobil Kijang Innova yang diberikan oleh Deputi  Direktur Wilayah Jateng BPJS TK, Moch Triyono kepada Sekda Jateng Sri Puryono dan Kepala Dinaskertrans Jateng, Wika Bintang, di halaman kantor setempat, Kamis (30/8) kemarin. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo telah menerima piala Juara I  Paritrana Award Tahun 2017 dari Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla di Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Selasa (31/7) silam.

“Perjuangan untuk memperoleh penghargaan ini, melalui rintisan kerja keras dan membuat perjanjian kerjasama (PKS) antara Disnakertrans Jateng dan BPJS TK. Kami intensif melakukan sosialisai dan mendatangi perusahaan yang mangkir. Hasilnya, tingkat kepesertaan BPJS TK meningkat,” kata Wika Bintang.

Atas keberhasilan tersebut, diakuinya, Disnakertrans ingin mempertahankan juara pada 2018 ini. Kerja yang digalakkan saat ini, menyasar para pekerja informal. Yakni, rutin mendatangi pasar-pasar tradisional, pedagang, kuli angkut, nelayan, agar mendaftar BPJS TK.

Moch Triyono menambahkan bahwa penghargaan tersebut harus dipertahankan. Dengan menyasar pekerja informal seperti para bakul di pasar, kuli bangunan, buruh gendong, petani, yang jumlahnya sangat banyak. Mereka bekerja, tapi tak menerima upah rutin, karena tak punya majikan. “Kami berharap seluruh wilayah Jateng menyukseskan perlindungan jaminan sosial untuk kepentingan masyarakat Jateng,” katanya.

Menurut Triyono, penilaian atas kejuaran ini meliputi 4 indikator, yakni jumlah kepesertaan, regulasi, insiatif dan diseminasi informasi. “Total pekerja formal di bidang industri sebesar 84 ribu karyawan, 98 persen di antaranya sudah menjadi peserta BPJS TK. Sedangkan yang belum, perusahaan atau investor baru di Jateng,” jelasnya.

Namun pekerja formal hanya berkisar 36 persen. Terbanyak adalah pekerja informal sekitar 63 persen yang masih akan dibangun kesadarannya untuk menjadi anggota BPJS TK. “Terkait regulasi, selain melakukan PKS, telah dilengkapi SK Gubernur dan Peraturan Gubernur. Selain itu, Gubernur Ganjar juga turun langsung menyosialisasikan pada berbagai kesempatan, termasuk di car free day,” tandas Wika Bintang.

Sekda Sri Puryono siap bergerak bersama untuk mempertahankan juara tersebut. Bahkan, siap melakukan sosialisasi saat melakukan wayangan atau saat pentas kethoprak di Klaten dan Tegal. “Menjadi peserta BPJS TK bukan kewajiban, tapi sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, bisa menanggulangi kemiskinan. Maka saya perintahkan kepada kepala dinas dan jajarannya untuk menyengkuyung dan mendukung bareng BPJS TK,” jelasnya. (ida)