Berkonsep Kafe, Stan DKK Ramai

204
ALA KAFE : Stan Dinas Kesehatan di Pekan Raya Kajen menjadi salah satu stan yang ramai dikunjungi karena keunikan konsep dan menawarkan layanan gratis. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
ALA KAFE : Stan Dinas Kesehatan di Pekan Raya Kajen menjadi salah satu stan yang ramai dikunjungi karena keunikan konsep dan menawarkan layanan gratis. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Ada yang unik dalam Pekan Raya Kajen 2018. Salah satunya stan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupten Pekalongan. Tidak seperti stan layanan pada umumnya, namun stan milik Dinas Kesehatan didesain ala kafe. Namun menu yang ditawarkan bukan makanan dan minuman, melainkan layanan kesehatan.

Mulai dari layanan tensi darah, gula darah dan lain sebagainya. Tak heran jika setiap hari di stan Dinkes ini, banyak yang antre hanya ingin mendapatkan layanan gratis tersebut.

Bagian Promosi Kesehatan, Nur Sakinah menjelaskan, sengaja mengambil konsep kafe karena memiliki ‘menu’ yang bervariasi dan banyak.  Menurutnya selain meberikan pelayanan kesehatan,   Dinkes juga memaparkan beberapa program, anatara lain program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), peningkatan imunisasi, PIS PK (Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga), Stunting, dan TBC.

“Program yang sedang digencarkan saat ini, yaitu Germas dan Stunting. Ada 6 poin penting yaitu melakukan aktivitas fisik, mengkonsumsi buah dan sayur, cek kesehatan, diberikan ASI ekslusif, enyahkan rokok dan fokus stop buang air besar sembarangan, “ ungkap Nur Sakinah.

Nur Sakinah juga mengatakan bahwa peningkatan imunisasi perlu dilakukan karena memiliki yang luar biasa pada anak. Bisa mencegah berbagai penyakit seperti campak dan lain-lain.

Nur Sakinah juga menegaskan bahwa saat ini, Puskesmas  menyediakan layanan bagi pengidap gangguan jiwa. Hal ini dikarenakan banyaknya pengidap gangguan jiwa yang ditelantarkan. Oleh karena itu Puskesmas menyediakan pengobatan secara gratis bagi yang mempunyai penyakit gangguan jiwa, pihak keluarga juga diharapkan aktif meminta obat ke Puskesmas dan tidak dipasung.

“Puskesmas sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan Puskesmas dahulu, sekarang semua Puskesmas mempunyai fasilitas kesehatan yang baik dan berlomba untuk memberikan layananan kesehatan secara prima dan terbaik,” tandasnya. (thd/zal)