RKB Bagi Ilmu Desain Produk dan Kemasan pada IKM

2905
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang BELAJAR – Tim RKB Telkom saat memberikan pelatihan kepada pelaku UKM dari Kota Pekalongan, agar memiliki desain produk dan kemasan yang baik.

PEKALONGAN – Untuk membantu para pelaku industri kecil menengah (IKM) meningatkan kemampuan teknologi industri, Dinas Perindustrian dan Teknik Industri Kota Pekalongan menggelar pelatihan desain produk dan desain kemasan pangan olahan di aula Witel Telkom Pekalongan, Senin (27/8/2018).

Kepala Dinas Perindustrian dan Teknik Industri Kota Pekalongan, Slamet Hariyadi mengungkapkan desain kemasan sangat berpengaruh terhadap pemasaran produk pelaku IKM.

“Pelatihan ini mengajak untuk meningkatkan kualitas produk. Tentu ke depannya akan mendukung perekonomian masyarakat Kota Pekalongan,” tuturnya.

Kemasan olahan pangan sangat penting karena  fungsinya sebagai penutup bahan makanan akan dikonsumsi. Pengemasan  dengan  mengutamakan  aspek kesehatan sangat penting. Pada pelatihan ini menghadirkan pembicara dari Disperindag Provinsi Jateng, Kepala Dinas Perindustrian dan Teknik Industri Kota Pekalongan, nutrisionis dari RS Siti Khotijah, dan dari perusahaan online Tokologi.com.

Kasi Makanan dan Minuman, M Wahyu menyampaikan pelatihan ini sebagai bentuk edukasi mengenai kesiapan dalam membuat suatu produk. Pelaku IKM harus tahu gambaran produk, desain produk, dan sasaran pemasaran produk.

Dikatakan Wahyu, kalau pelaku IKM mau berubah dan lebih kreatif akan ia support agar lebih berkembang. Harapannya para pelaku IKM olahan pangan mengedepankan hiegenisitas dan kesehatan, menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

“Saat ini, beredar kerupuk dengan kandungan boraks. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan akan melakukan monitoring tentang itu,”  paparnya.

Agar produk makanan khas Kota Pekalongan lebih memiliki ciri khas para pelaku IKM olahan pangan harus lebih kreatif mengeluarkan ide-ide seperti kerupuk dengan motif batik.

“Dengan ini tentu akan lebih menonjolkan ciri khas Kota Pekalongan dan dapat meningkatkan nilai jual produk.”

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pelaku IKM olahan pangan di Kota Pekalongan. Para peserta pelatihan diwajibkan membawa produknya untuk didisplai dan dibahas dari segi produk dan desain produknya.

General Manager (GM) Witel Pekalongan Nanang Setiyo Utomo menambahkan pihaknya sebgai perusahaan plat merah sangat mendukung sekali dalam kegiatan tersebut.

“Kami mendukung kegiatan ini, dengan memberikan berbagai fasilitas terutama dari tim RKB yang memberikan pelatihan,” jelasnya. (han/lis)