Permintaan Air Terus Meningkat

Kekeringan Jateng Belum Usai

145

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kekeringan di sejumlah daerah Jawa Tengah belum berakhir. Penyaluran bantuan air bersih bahkan terus mengalami peningkatan. Dari yang sebelumnya 4884 tangki, saat ini mencapai 5221 tangki air.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengatakan bahwa hingga saat ini, kekeringan di Jawa Tengah sudah melanda 30 kab/kota. Kesemuanya, dikatakan olehnya, sudah dilakukan droping air bersih. ”Yang belum kurang kota Tegal, Kota Surakarta dan Karanganyar,” ujarnya Senin (27/8).

Dari 30 kabupaten/kota, ada sekitar 173 Kecematan dan  576 Desa terdampak. Diprediksikan, kekeringan di Jawa Tengah akan terus meluas, menilik rilis BMKG yang menyatakan masa penghujan akan datang di awal Oktober 2018.

”Yang paling tinggi droping air bersih adalah di Temanggung, dan Cilacap. Blora yang kita prediksi kekeringan, justru masih sedikit permintaannya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, mengantisipasi kekeringan, BPBD provinsi Jawa Tengah memiliki anggaran hingga Rp. 600 juta guna droping air bersih ke sejumlah daerah terdampak. Dana ini, dikatakan olehnya, untuk air bersih bisa menjadi 2.000 tangki.

”Droping air bersih menggunakan anggaran kabupaten kota, jika habis baru meminta Provinsi. Ini baru ada permintaan dari Kendal 200 tangki akan kita droping,” paparnya.

Untuk mengatasi dampak kekeringan, ia berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat untuk mengatasi persoalan kekeringan secara permanen. Droping air, menurutnya, tidak akan menjadi solusi tepat untuk mengatasi bencana tahunan ini.

”Kabupaten Boyolali sudah melakukan pengajuan 1000 pipa, untuk penyaluran air sepanjang 4 kilometer. Pipa tersebut bisa mengaliri 230 KK. Upaya ini merupakan penanganan secara permanen memenuhi kebutuhan air bersih saat kemarau,” pungkasnya. (sga/ida)