Pengerjaan Jalan Sentot Alibasyah Dikebut

1277
DIKEBUT : Pekerja sedang menurunkan gorong-gorong di jalur Meteseh Jalan Sentot Alibasyah yang saat ini masih dikerjakan. (Rizqi Karimatul Barokah JP Radar Kedu)
DIKEBUT : Pekerja sedang menurunkan gorong-gorong di jalur Meteseh Jalan Sentot Alibasyah yang saat ini masih dikerjakan. (Rizqi Karimatul Barokah JP Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang terus mengebut pengerjaan perbaikan jalan Alibasah Sentot yang menghubungkan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang telah memberlakukan pelarangan truk, bus serta kendaraan berat lainnya melintasi jalan tersebut, terhitung Senin (27/8) kemarin hingga 40 hari kalender ke depan.

Kasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang, Budi Susilo, Senin (27/8) kemarin menjelaskan, pihaknya telah memberlakukan pelarangan melintas bagi kendaraan truk, bus, dan kendaraan berat lainnya, mulai Senin (27/8) kemarin hingga 40 hari kalender ke depan.

Budi menyebutkan, tidak hanya di wilayah Kota Magelang, papan larangan kendaraan melintas juga dipasang di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Dua titik papan ditempatkan di perempatan Tugu Bandongan dan persimpangan Desa Trasan, Kecamatan Bandongan.

“Koordinasi sudah kita jalankan, dan warga Bandongan memahami jika akan ada perbaikan besar-besar di Jalan ABS. Untuk memperlancar perbaikan, kendaraan berat dialihkan lewat Salam Kanci-Pakelan, atau Windusari,” ujar Budi.

Budi menegaskan, hanya kendaraan berat saja yang dilarang melewati Jalan ABS selama pembangunan. Namun demikian, Budi menuturkan, pihaknya mengimbau agar mobil maupun sepeda motor mengambil jalur alternatif lain, jika tidak ingin terlibat antrean panjang kendaraan.

“Penghentian kendaraan dari Kecamatan Bandongan dilakukan di Dusun Plikon, Desa Trasan. Artinya, itu sebelum jembatan Kali Progo. Nah, di sana kendaraan sudah dicegat sebelum arus dari arah berlawanan lancar dulu. Nanti pekerja dipegangi komunikasi jarak jauh. Jadi antara yang di Jalan Diponegoro dan Dusun Plikon ini selalu berkomunikasi. Kalau sekiranya sudah lancar baru boleh lewat,” imbuh Budi. (mg27/mg31/had/lis)