Minta Pabrikan Membeli Harga Tinggi

1297
WIWIT PANEN : Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo saat panen masal tembakau di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo, Senin (27/8). (Ahsan fauzi/JP radar kedu)
WIWIT PANEN : Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo saat panen masal tembakau di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo, Senin (27/8). (Ahsan fauzi/JP radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Petani di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung melakukan wiwit masal (panen masal) bersama Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo, Senin (27/8) pagi. Untuk menuju ke ladang, Ganjar didampingi Kepala Desa (Kades) Legokasari Subakir diikuti para petani berjalan kaki yang jaraknya sekitar 500 meter.

“Kalau saya lihat kualitasnya tidak terlalu buruk. Lumayan bagus, walau kurang optimal karena daunnya kurang lebar,” ucap Ganjar usai panen masal.

Ganjar berharap Pj Bupati Temanggung bisa memfasilitasi petani dengan pabrikan. Sehingga hasil panen tahun ini bisa terserap dengan baik oleh pabrikan dengan harga yang menguntungkan petani.

“Tadi, doa petani, semoga tembakaunya bisa menjadi srintil sehingga harga bisa lebih mahal, bisa untuk bayar utang. Karena sebagian besar dari mereka, investasinya dari utang,” ungkapnya.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung Noer Ahsan menuturkan, untuk panen tembakau tahun ini kondisi petani, terutama di lereng Sumbing kurang diuntungkan karena anomali cuaca. Meski demikian, dari sisi kualitas lebih baik dibanding dua tahun ini.

“Petengahan Agustus ini, para petani sudah pada mulai petik (panen). Pabrikan juga sudah mulai membeli, namun harganya masih belum sesuai yang diharapkan. Para petani masih banyak yang mengeluh soal harga,” ucap Ahsan.

Ahsan membeber, harga saat ini di lapangan untuk  grade C di kisaran Rp 50-60 ribu, adapun C asli di kisaran Rp 80-85 ribu.

Ia mengakui, memasuki musim panen tembakau tahun ini, banyak berdatangan tembakau luar masuk ke Temanggung. “Kami meminta pabrikan mengutamakan membeli dari petani, bukan dari perajin,” pungkasnya. (san/lis)