Limbah RPH Dinilai Cemari Lingkungan

433

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang kembali menyorot pembuangan limbah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) RT 1 hingga RT 9 Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong mengaku jika ia kerap mendapatkan keluhan terkait pembuangan limbah ke sungai pentung Kelurahan Kupang tersebut. “Pembuangan kotoran dan darah hewan di sungai mencemari lingkungan dan kesehatan masyarakat, karena muncul bau tidak sedap,” kata The Hok, Senin (27/8).

Selain itu, pembuangan limbah kotoran dan darah RPH ke sungai juga mengurangi kualitas air. Apalagi, sepanjang sungai di kelurahan tersebut kerap digunakan oleh warga untuk mandi dan mencuci. “Warga merasa tidak nyaman dan terganggu  adanya pembuangan limbah berupa kotoran hewan dan darah hewan di sungai Pentung,” katanya.

Seperti diketahui RPH Ambarawa merupakan milik Pemkab Semarang. Dikatakannya, dalam hal ini warga setempat pernah mendatangi RPH tersebut untuk menyikapi persoalan limbah itu. Namun hal itu tidak digubris oleh pengelola RPH.

Pembuangan limbah berupa kotoran hewan dan darah ke sungai tetap saja dilakukan. Dalam hal ini, ia sudah menyampaikan permasalahan tersebut ke Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang. “Dinas janjinya mau meninjau lokasi. Disampaikan oleh dinas kalau di RPH sudah ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tapi menurut saya itu bukan Ipal,” katanya.

Dikatakannya, Pemkab Semarang seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat.  Karena selama ini bila ada perusahaan yang tidak memiliki IPAL atau keberadaan Ipal tidak sesuai ditegur dan dikejar-kejar. “Bahkan sampai urusan hukum, tapi di satu sisi pemerintah justru menyakiti hati  masyarakat dengan membuang limbah RPH ke sungai. Limbahnya kasat mata, bisa dicek ke lokasi,” ujarnya.

Ia minta masalah pembuangan limbah RPH tersebut segera ditangani. Setidaknya memperbaiki IPAL sehingga limbahnya tidak dibuang di sungai. “Dulu masyarakat tidak komplain karena limbahnya dibuang jauh dan tidak menggangu,” ujarnya.

Dikatakannya, masyarakat setempat meminta pengelola RPH untuk menggunakan limbah kotoran sebagai bahan biogas. Bukan malah dibuang hingga mencemari sungai. Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening.

Dikatakan Bondan, dirinya melihat sendiri adanya pembuangan limbah RPH Ngedok ke sungai saat turun langsung ke lapangan mengikuti kegiatan Save Rawapening #3, Minggu (26/8) lalu.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Wigati Sunu mengakui jika IPAL RPH tersebut memang tidak berfungsi maksimal.”Saya sudah kirim tim untuk membenahi IPAL-nya,” beber Wigati. (ewb/bas)