Jalur Pansela Tumbuhkan Ekonomi Wisata Selatan Jawa

206
MULUS: Jalur Pantai Selatan  Jawa di ruas Jalan Duwet-Giriwoyo Wonogiri kini lebih  lebar dan mulus. Jalan ini telah selesai penanganannya pada 2017 oleh Kementerian PUPR. (ISTIMEWA)
MULUS: Jalur Pantai Selatan  Jawa di ruas Jalan Duwet-Giriwoyo Wonogiri kini lebih  lebar dan mulus. Jalan ini telah selesai penanganannya pada 2017 oleh Kementerian PUPR. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia guna mengurangi biaya logistik, mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka keterisoliran.

Di Pulau Jawa, selain jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, Jalur Pantai Selatan (Pansela) juga mendapatkan penanganan. Jalur Pansela, ke depan digadang akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Jawa bagian Selatan, sehingga memperkecil ketimpangan dengan Utara Jawa.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang, Kementerian PUPR, Akhmad Cahyadi, mengatakan, pembangunan Jalan Pansela Jawa sepanjang 1.604 km yang membentang menyusuri garis tepi Pantai Selatan dari wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur ini merupakan salah satu program prioritas.

Terlebih, dengan banyaknya objek wisata di sekitar jalur ini. Tidak hanya jalannya yang bagus, pengguna jalan disuguhi pemandangan hamparan sawah, pegunungan dan pantai yang sekaligus dapat menjadi spot foto bagus.

Tercatat, objek wisata di sepanjang jalur Pansela Jawa Tengah dan Yogyakarta ada sekitar 36 pantai. Beberapa pantai yang cukup terkenal di antaranya Pantai Congot, Pantai Pandansimo, Pantai Glagah, Pantai Parangtritis dan Pantai Soge.

Saat ini, dikatakan olehnya, jalur Pansela sudah dapat digunakan secara fungsional. Kendaraan sudah bisa melewati sejumlah titik meskipun secara keseluruhan memang belum tersambung.

Pekerjaan Tiga Ruas Jalan

Di tahun 2018 pengerjaan jalur Pansela dilakukan di tiga ruas yakni Duwet-Giriwoyo, Tambakmulyo-Wawar dan Jladri-Karangbolong.

Ruas Duwet-Giriwoyo, berada di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dengan total panjang 23,762 km dibangun dalam kurun tahun 2015-2017. Ruas Duwet-Giriwoyo melintasi tiga kecamatan di Kabupaten Wonogiri yaitu Kecamatan Giriwoyo, Kecamatan Giritontro, dan Kecamatan Pracimantoro.

”Adanya ruas ini menghubungkan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) dengan Kabupaten Gunung Kidul (DIY) dan Kabupaten Pacitan (Jawa Timur). Saat ini masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor PT. Hutama Karya hingga Desember 2019,” ujarnya.

Sementara itu, ruas Tambakmulyo-Wawar (Kebumen) total ruas yang dibangun adalah 38,494 Km dengan lebar 6,5 meter. Panjang tersebut mencakup Jembatan Luk Ulo (180 meter). Paket ini dibangun secara bertahap dalam jangka waktu 3 tahun yang dimulai commencement of work 3 Agustus 2015.

Saat ini, pengerjaan ruas jalan Tambakmulyo-Wawar sudah mencapai 96 persen. Ditargetkan, akan rampung pada Oktober tahun ini. Dana yang dialokasikan untuk pembangunan ruas ini adalah senilai Rp 266,8 miliar.

”Untuk Tambakmulyo-Jladri-Karangbolong masih dalam proses lelang. Secara keseluruhan, Pansela Jateng direncanakan selesai tahun 2024,” pungkasnya. (adv/aro)